Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta Tewaskan Satu Orang, Polisi Belum Ungkap Penyebab
Glery Lazuardi July 12, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Misteri ledakan hebat yang menghancurkan sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026), masih belum terungkap.

Polisi hingga kini belum dapat memastikan penyebab ledakan dan masih menunggu kedatangan Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Ledakan yang terdengar hingga radius sekitar enam kilometer itu menewaskan seorang pekerja toko material, merusak empat rumah warga, serta menyebabkan sebuah masjid di seberang lokasi mengalami kerusakan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan toko material di Jalan Raya Wanayasa mengalami kerusakan parah. Sebagian dinding roboh, atap ambruk, dan material bangunan berserakan di sekitar lokasi. Area kejadian masih dipasangi garis polisi dan belum disentuh petugas karena dikhawatirkan masih berisiko.

Bahkan, hingga beberapa jam setelah kejadian, jenazah korban masih berada di lokasi lantaran petugas belum berani melakukan evakuasi sebelum dipastikan aman oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Barat.

Baca juga: Usai Tragedi Ledakan di Vyshneve, Zelenskyy Jatuhi Sanksi ke Pejabat Ukraina

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber ledakan sebelum proses olah TKP bersama Tim Gegana selesai dilakukan.

"Benar, pada hari ini sekitar pukul 08.00 WIB telah terjadi ledakan di sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta. Penyebab ledakan masih kami dalami dan kami masih berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom Polda Jabar."

Ia menegaskan penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan.

"Kami belum bisa menentukan penyebabnya. Nanti setelah olah TKP oleh Satreskrim dan Tim Gegana Satbrimob Polda Jabar selesai, hasilnya akan kami sampaikan," ujar Dewa di lokasi kejadian kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Menurut Kapolres, penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi mata untuk mengumpulkan bukti awal yang nantinya akan dicocokkan dengan hasil olah TKP.

Ia memastikan ledakan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia yang diketahui merupakan pegawai toko bangunan. Selain korban jiwa, beberapa rumah warga di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat kuatnya daya ledak.

"Peristiwa ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Korban akan dilakukan autopsi. Ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan."

Kapolres menjelaskan, prioritas petugas saat ini adalah mengamankan lokasi agar tidak ada korban tambahan.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah mengamankan TKP agar masyarakat tidak mendekati lokasi, mengantisipasi kemungkinan bahaya lain, sekaligus menunggu proses olah TKP. Setelah itu baru kami sampaikan hasilnya," katanya.

Ledakan Terdengar Hingga Radius 6 Kilometer

Warga sekitar mengaku dentuman ledakan sangat keras hingga terdengar dari jarak beberapa kilometer. Banyak warga berhamburan keluar rumah karena mengira terjadi ledakan bom.

Bangunan toko material mengalami kerusakan paling parah. Sementara itu, sebuah masjid yang berada tepat di seberang jalan juga terdampak. Kaca-kaca jendela masjid pecah, plafon rusak, dan beberapa bagian bangunan mengalami retakan akibat gelombang ledakan.

Empat rumah warga di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan berupa kaca pecah, dinding retak, hingga atap yang rusak.

Salah seorang saksi mata, Mamad, mengaku sedang berada di depan masjid ketika ledakan terjadi.

"Saya lagi nongkrong di depan masjid, tiba-tiba terdengar ledakan keras. Saya engga tahu bom atau apa. Ada satu korban meninggal dunia. Rumah sekitar empat rusak dan kaca masjid pecah. Ledakannya terdengar sampai jauh," ujar Mamad kepada wartawan.

Sementara itu, warga lainnya bernama Ade mengatakan korban diketahui bernama Ahmad Jaelani (39). Berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga korban, ledakan diduga terjadi saat korban sedang menggerinda besi.

"Saya tidak melihat langsung. Saya dengar dari keluarganya, Pak Joni sedang menggerinda besi, lalu tiba-tiba ada ledakan dari lubang itu. Korban terpental sekitar tiga meter dan mengalami luka bakar parah," katanya.

Baca juga: Ledakan Mortir di Cipatat Bandung Barat, 3 Warga Tewas

Keluarga Korban Sempat Emosi

Di tengah proses pengamanan lokasi, suasana sempat memanas ketika keluarga korban datang ke TKP dan meminta petugas segera mengevakuasi jenazah untuk dimakamkan.

Emosi keluarga memuncak karena hingga siang hari jenazah masih berada di lokasi ledakan. Polisi kemudian mengamankan istri dan kakak korban ke tempat yang lebih aman guna menenangkan situasi.

Polisi mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kejadian maupun berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih menjadi misteri dan menunggu hasil pemeriksaan Tim Jibom serta olah TKP secara menyeluruh.

(TribunJabar/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.