TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sebuah pabrik pengolahan kayu PT Pundi Indokayu Banyumas mengalami ludes terbakar, Sabtu (11/7/2026) sore.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Pabrik yang berlokasi di Jalan Siliwangi Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu terbakar sekitar pukul 15.00 WIB.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyumas, Andaru Budilaksono mengatakan, informasi kebakaran baru diterima melalui call center UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyumas pukul 15.15 WIB.
Baca juga: Lokawisata Baturraden Banyumas Favorit Keluarga, Pengunjung Capai 20 Ribu Orang selama Libur Sekolah
Setelah menerima laporan, petugas Damkar Kembaran langsung menuju lokasi dan tiba pukul 15.30 WIB.
Andaru mengatakan, api diduga berasal dari mesin sander kalibrasi yang sedang beroperasi.
"Mesin berputar dengan kecepatan tinggi dan mengalami over sanding sehingga menimbulkan gesekan berlebih."
"Panas dari gesekan tersebut memicu percikan api yang kemudian menyambar tumpukan serbuk kayu di area penampungan," katanya.
Andaru mengatakan, api cepat membesar dan menjalar ke mesin press dry, ruang glue mixer beserta mesin-mesin di dalam, serta bahan baku proses produksi plywood.
Besarnya api dan bahan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung lebih dari lima jam.
Bahkan, mereka meminta bantuan damkar dari pos lain bahkan dari daerah lain.
Menurut Andaru, operasi pemadaman melibatkan 1 regu Pos Damkar Kembaran, 2 regu Damkar Induk, Pos Damkar Kemranjen, Damkar Purbalingga.
Juga, relawan mitra damkar, relawan BHV, PMI Banyumas, Polsek Kalibagor, Koramil Kalibagor, dan IOF.
"Api berhasil dipadamkan pukul 20.50 WIB," ungkapnya.
Berdasarkan laporan petugas, kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.
Sementara itu, Direktur PT Pundi Indokayu Industri, Lifamuli (52) mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut oleh kepolisian dan pemadam kebakaran.
Baca juga: Tiga Bulan Sumur Mengering, Warga Kedungwuluh Lor Banyumas Rela Jalan 1 Kilometer Demi Air
Dia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian.
"Yang terpenting tidak ada korban jiwa."
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghitung secara detail kerugian," katanya. (*)