Melihat Uniknya Ruwatan Massal di Kediri, Ratusan Orang Jalani Siraman dengan Air dari 11 Mata Air
Januar July 12, 2026 08:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kediri memiliki ritual unik berupa ruwatan massal.

Sebanyak 150 warga dari berbagai daerah mengikuti Ruwatan Massal yang digelar Sanggar Aji Laras di Dusun Kunir Desa Bulupasar Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Minggu (12/7/2026). 

Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian tradisi Bulan Suro ini berlangsung khidmat dan dipadati masyarakat.

Ruwatan massal tersebut merupakan agenda tahunan Sanggar Aji Laras yang dipimpin dalang Ki Browdianto. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya pada 2025 dilakukan ruwatan terhadap wayang.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan peserta dan warga telah memenuhi lokasi acara. Para peserta datang membawa perlengkapan yang menjadi bagian dari prosesi ruwatan, di antaranya kain putih sepanjang satu meter, bubur beras merah, serta bubur beras putih.

Baca juga: Arti di Balik Ritual Injak Kepala Kerbau yang Dilakukan Jokowi di Lampung: Soal Status Sosial 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Seratan Annur Wokolo, dilanjutkan pembukaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengalungan bunga dari orang tua kepada dalang sebagai simbol penghormatan. Kemudian pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala yang menjadi bagian utama dalam tradisi ruwatan.

Usai pertunjukan wayang, peserta mengikuti doa bersama, kenduri atau selamatan, kemudian dilanjutkan pelepasan burung dan sejumlah hewan peliharaan sebagai simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Puncak acara berlangsung saat seluruh peserta menjalani prosesi ruwatan berupa pemotongan rambut yang kemudian dilanjutkan dengan siraman.

Prosesi siraman menggunakan air yang berasal dari 11 mata air di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri. Selain itu, air juga diambil dari Patirtan Situs Gunung Padang di Jawa Barat, Patirtan Tirta Empul di Bali, serta air dari Laut Pantai Selatan.

Air dari berbagai sumber tersebut menjadi simbol doa dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar peserta memperoleh keselamatan, keberkahan, kesehatan, dan perlindungan dalam menjalani kehidupan.

Selain prosesi siraman, sejumlah sesaji turut disiapkan dalam pelaksanaan ruwatan. Di antaranya tumpeng, jajanan pasar, kembang setaman yang terdiri dari mawar, melati, dan kenanga, pisang raja, hingga berbagai bumbu dapur yang memiliki makna simbolis dalam tradisi Jawa.

Ki Browdianto mengatakan penyelenggaraan ruwatan massal tahun ini diikuti sekitar 150 peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk membersihkan sukerta melalui doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Dulu awalnya yang saya ruwat adalah wayang tahun 2025 dan tahun ini ruwatan massal yang diikuti kurang lebih 150 peserta ruwatan," katanya.

Dalam kesempatan itu, seluruh peserta diruwat dengan harapan mendapatkan keselamatan lahir dan batin, kesehatan, kelancaran rezeki, serta kehidupan yang lebih baik setelah mengikuti prosesi tersebut.

"Ruwatan ini bertujuan membersihkan sukerta melalui doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapannya seluruh peserta diberi keselamatan lahir batin, kesehatan, kelancaran rezeki serta kehidupan yang lebih baik," imbuh Ki Browdianto.

Salah seorang peserta, Zevita Vallent (43) warga Kecamatan Banyakan mengaku telah mengikuti prosesi ruwatan di berbagai daerah sebanyak tujuh kali. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana untuk membersihkan diri sekaligus memanjatkan doa agar terhindar dari marabahaya.

Zevita berharap setelah mengikuti ruwatan, dirinya diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, perlindungan dari Sang Pencipta, serta kemudahan dalam setiap langkah kehidupan.

"Alhamdulillah setelah mengikuti ruwatan tahun lalu, kehidupan saya menjadi lebih baik. Tahun ini saya berharap diberikan keselamatan, keberkahan, dan kehidupan yang semakin baik," harapnya. 

 


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.