Kejar Swasembada 2027, KKP Gandeng PT Garam Sulap Rote Ndao Jadi Pusat Industri Garam Nasional
Adiana Ahmad July 12, 2026 08:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) resmi menggandeng PT Garam untuk menggenjot tata kelola Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Strategi ini diambil demi memutus rantai ketergantungan impor dan mengejar target swasembada garam nasional pada tahun 2027.

​Sinergi kedua pihak dikukuhkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama terkait pengoperasian, pemanfaatan dan pengembangan kawasan secara profesional dan berkelanjutan, sebagaimana dilansir dari laman resmi KKP, Sabtu (11/7/2026).

​Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa optimalisasi K-SIGN Rote Ndao menjadi kunci penting untuk menekan angka impor garam yang saat ini masih bertengger di atas 2,5 juta ton per tahun, mayoritas untuk kebutuhan industri pangan dan kimia.

Baca juga: Siapkan SDM Lokal, KKP Sertifikasi 25 Warga Rote Ndao untuk Kelola Sentra Industri Garam Nasional

​"Langkah ini sejalan dengan kebijakan kita yang menempatkan swasembada garam sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Kita berharap K-SIGN Rote Ndao menjadi model pengelolaan kawasan garam nasional yang terintegrasi dan mampu mempercepat terwujudnya swasembada," kata Trenggono.

​Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara menyatakan optimistis K-SIGN Rote Ndao akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi. 

Kawasan ini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga memberikan efek domino bagi kesejahteraan warga lokal.

​Target utama pengembangan K-SIGN Rote Ndao antara lain, target produksi dengan memasok kebutuhan garam nasional hingga 2,6 juta ton per tahun.

Baca juga: PLN Alirkan Listrik ke Proyek Strategis Nasional Tambak Garam di Rote Ndao

Lalu penyerapan tenaga kerja. Membuka lapangan kerja bagi 26 ribu orang, dengan memprioritaskan masyarakat lokal.

​Untuk peningkatan pendapatan, K-SIGN mendongkrak pendapatan warga setempat hingga 2,5 kali lipat dari Upah Minimum Regional (UMR) daerah.

"Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN pergaraman, kami optimistis K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional," kata Koswara.

​Ia juga berharap melalui integrasi hulu ke hilir yang melibatkan pemerintah daerah dan pelaku usaha, K-SIGN Rote Ndao  mampu mendongkrak kualitas garam domestik sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional di masa depan. (rio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.