TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus RT/RW 003 Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah kepada warga di wilayahnya.
Kegiatan tersebut digelar di Jalan Ujung, Kelurahan Parang Layang, Kota Makassar, Jumat (10/7/2026) sore.
Sekitar 40 warga mengikuti sosialisasi yang dipandu pengurus RT/RW.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan dialog interaktif mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan.
Acara semakin meriah dengan pembagian hadiah doorprize bagi warga yang beruntung.
Ketua RW 003 Parang Layang, St Hasniah, mengatakan pihaknya terus mengupayakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah di lingkungan.
Menurutnya, sosialisasi tersebut merupakan satu dari rangkaian upaya membangun kebiasaan baru di masyarakat, yakni memilah dan menyalurkan sampah sesuai jenisnya.
Dalam kegiatan itu, warga diberikan pemahaman mengenai penggolongan sampah organik, anorganik, dan residu.
Selain itu, warga juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas pengelolaan sampah, seperti bank sampah, teba, komposter, hingga tempat pemrosesan akhir (TPA).
"Kami jelaskan kepada warga mengapa penting memilah sampah dan bagaimana kondisi TPA kita sekarang," ujarnya kepada Tribun, Minggu (12/7/2026).
Hasniah mengatakan, selama sosialisasi berlangsung banyak pertanyaan yang disampaikan warga.
Mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai penggolongan jenis sampah, penentuan harga sampah di bank sampah, hingga berbagai kendala teknis yang dihadapi dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
"Banyak pertanyaan warga yang tidak pernah kami bayangkan, yang lebih spesifik. Beberapa pertanyaan itu, kami sendiri juga belum bisa jawab," ucapnya.
"Ada yang bertanya apakah kain itu masuk sampah anorganik atau residu, kemudian mengapa sampah jenis tertentu harganya lebih murah di bank sampah," lanjutnya.
Karena itu, Hasniah menilai sosialisasi mengenai pengelolaan sampah memang sangat penting dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai pengelolaan sampah.
"Kami berharap pihak-pihak terkait, baik dari bank sampah maupun DLH, dapat memberikan sosialisasi yang lebih mendalam lagi kepada warga," katanya.
Kegiatan ditutup dengan pengundian doorprize. Hadiah yang dibagikan beragam, mulai dari baju, tepung terigu, hingga berbagai peralatan rumah tangga.
"Alhamdulillah warga cukup antusias. Kami sebagai pengurus lingkungan juga semakin semangat untuk terus melaksanakan kegiatan sosialisasi," tuturnya.
"Hadiah Doorprize yang dibagikan berasal dari patungan kami RT/RW. Sengaja kami lakukan agar sebagai penarik warga untuk datang, dan terbukti sangat ramai," tambahnya.(*)