‎Sosialisasi Pemilahan Sampah di RW 003 Parang Layang Berhadiah Terigu
Imam Wahyudi July 12, 2026 08:22 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus RT/RW 003 Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah kepada warga di wilayahnya.

‎Kegiatan tersebut digelar di Jalan Ujung, Kelurahan Parang Layang, Kota Makassar, Jumat (10/7/2026) sore.

‎Sekitar 40 warga mengikuti sosialisasi yang dipandu pengurus RT/RW. 

‎Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan dialog interaktif mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan.

‎Acara semakin meriah dengan pembagian hadiah doorprize bagi warga yang beruntung.

‎Ketua RW 003 Parang Layang, St Hasniah, mengatakan pihaknya terus mengupayakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah di lingkungan.

‎Menurutnya, sosialisasi tersebut merupakan satu dari rangkaian upaya membangun kebiasaan baru di masyarakat, yakni memilah dan menyalurkan sampah sesuai jenisnya.

‎Dalam kegiatan itu, warga diberikan pemahaman mengenai penggolongan sampah organik, anorganik, dan residu.

‎Selain itu, warga juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas pengelolaan sampah, seperti bank sampah, teba, komposter, hingga tempat pemrosesan akhir (TPA).

‎"Kami jelaskan kepada warga mengapa penting memilah sampah dan bagaimana kondisi TPA kita sekarang," ujarnya kepada Tribun, Minggu (12/7/2026). 

‎Hasniah mengatakan, selama sosialisasi berlangsung banyak pertanyaan yang disampaikan warga.

‎Mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai penggolongan jenis sampah, penentuan harga sampah di bank sampah, hingga berbagai kendala teknis yang dihadapi dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

‎"Banyak pertanyaan warga yang tidak pernah kami bayangkan, yang lebih spesifik. Beberapa pertanyaan itu, kami sendiri juga belum bisa jawab," ucapnya.

‎"Ada yang bertanya apakah kain itu masuk sampah anorganik atau residu, kemudian mengapa sampah jenis tertentu harganya lebih murah di bank sampah," lanjutnya.

‎Karena itu, Hasniah menilai sosialisasi mengenai pengelolaan sampah memang sangat penting dilakukan secara berkelanjutan. 

‎Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai pengelolaan sampah.

‎"Kami berharap pihak-pihak terkait, baik dari bank sampah maupun DLH, dapat memberikan sosialisasi yang lebih mendalam lagi kepada warga," katanya.

‎Kegiatan ditutup dengan pengundian doorprize. Hadiah yang dibagikan beragam, mulai dari baju, tepung terigu, hingga berbagai peralatan rumah tangga.

‎"Alhamdulillah warga cukup antusias. Kami sebagai pengurus lingkungan juga semakin semangat untuk terus melaksanakan kegiatan sosialisasi," tuturnya. 

‎"Hadiah Doorprize yang dibagikan berasal dari patungan kami RT/RW. Sengaja kami lakukan agar sebagai penarik warga untuk datang, dan terbukti sangat ramai," tambahnya.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.