Tak Hanya Soal Makan, Ini Makna Sebenarnya Pengucapan Syukur di Minsel
Alpen Martinus July 12, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MINSEL - Minahasa Selatan sedang ramai dikunjugi warga dari berbagai daerah, Minggu, Minggu (12/7/2026). 

Itu lantaran mereka sedang menggelar pengucapan syukur.

Minahasa Selatan memiliki 17 kecamatan.

Baca juga: Meriahnya Pengucapan Minsel, Para Tamu Boleh Bungkus Makanan dan Dibawa Pulang

Jarak antara Manado Ibukota Sulut ke Minsel mencapai sekitar 80 kilometer.

Banyak hal terjadi terjadi saat pengucapan syukur, selain makanan ekstrem yaitu macet.

Pengucapan syukur dilangsungkan sebagai bentuk rasa syukur atas berkat Tuhan, bermacam bentuknya mulai hasil pertanian atau pekerjaan, hingga rasa syukur lainnya seperti diterima dalam pekerjaan, menikah, dan lainnya.

Juga warga dari berbagai kota dan Kabupaten di Sulut mengunjungi Minsel untuk bersilaturahmi ke sanak saudara maupun handai taulan. 

Untuk ke Minsel, warga bisa melalui jalur langsung dari Manado, bisa juga dari Kawangkoan, Minahasa, juga dari Modoinding, Minsel, atau dari Bolmong.

Selain disuguhi keramahan warga Minsel, para tetamu juga diajak menikmati aneka menu khas. 

Satu di antaranya menu ekstrem. 

Di Desa Tewasen, Kecamatan Amurang Barat, tetamu datang sejak Minggu pagi usai pulang Gereja. 

Namun ada pula yang sudah datang sejak Sabtu.

"Mereka adalah para sanak dekat yang sekaligus menginap di rumah," kata Devi Kalalo seorang warga. 

Dikatakan Devi, begitu datang, para tamu langsung dibawa ke meja jamuan. 

"Di sana mereka makan sesuai selera," katanya. 

Devi mengaku menyiapkan beragam. 

Dari menu biasa seperti ayam bulu, babi kecap, hingga ke yang ekstrem seperti tikus dan ular patola. 

Momen makan ini penting kerena jadi ajang untuk berkomunikasi, mengeratkan hubungan yang sudah terbina selama ini. 

"Biasanya kita cakap - cakap banyak hal dan ini berlangsung dengan santai," katanya. 

Tamu yang pulang dipersilahkan membungkus makanan. 

Yang paling khas adalah buluh berisi nasi jaha.

Valentinus seorang warga Manado mengaku datang bersama sang istri untuk berkunjung ke sejumlah sanaknya. 

Sebanyak tiga rumah mereka kunjungi. 

"Semuanya makan dan bawa pulang makanan," kata dia. 

Ungkap dia, momen pengucapan tak hanya makan. 

Tapi menjaga tali silaturahmi. 

"Salah satu teman yang saya datangi adalah teman masa kecil, biasanya kami saling mengetahui hanya di pengucapan ini," katanya. (ART) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.