TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas belanja perlengkapan sekolah mulai meningkat di sejumlah toko di Kota Pontianak.
Orang tua bersama anak-anak tampak memanfaatkan waktu menjelang hari pertama sekolah untuk melengkapi berbagai kebutuhan, mulai dari seragam, celana, rok, hingga atribut pramuka.
Peningkatan jumlah pembeli tersebut dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha perlengkapan sekolah.
Meski demikian, mereka menilai tingkat penjualan pada tahun ini belum mampu menyamai ramainya transaksi yang terjadi beberapa tahun lalu.
Pemilik Toko Istana Pramuka, Heri, mengatakan lonjakan pengunjung mulai terlihat sekitar sepekan sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.
Menurutnya, periode menjelang tahun ajaran baru memang selalu menjadi musim tersibuk bagi pelaku usaha yang menjual perlengkapan sekolah.
• Muhammad Farizi Resmi Terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kalbar 2026 Secara Aklamasi
"Tetap lebih ramai karena sudah memasuki masa sekolah. Memang dibanding beberapa tahun lalu ada sedikit penurunan, tetapi setiap memasuki tahun ajaran baru seperti sekarang, pembeli pasti meningkat," ujarnya saat ditemui di Jalan Teuku Cik Ditiro, Pontianak Kota, Minggu 12 Juli 2026.
Heri menjelaskan, peningkatan transaksi umumnya berlangsung sejak satu minggu sebelum hari pertama masuk sekolah.
Pada periode tersebut, banyak orang tua mulai membeli perlengkapan yang dibutuhkan anak agar siap mengikuti kegiatan belajar.
Meski demikian, sebagian masyarakat memilih berbelanja lebih awal, bahkan sebelum masa libur sekolah berakhir.
Cara tersebut dilakukan untuk menghindari antrean dan keramaian yang biasanya terjadi menjelang hari pertama sekolah.
"Biasanya yang paling ramai sekitar satu minggu sebelum masuk sekolah. Ada juga yang membeli lebih awal supaya tidak perlu berdesakan saat toko ramai," katanya.
Dari berbagai produk yang tersedia, seragam sekolah masih menjadi barang yang paling banyak diburu konsumen.
Selain seragam putih, pembeli juga banyak mencari seragam pramuka beserta perlengkapan pendukung seperti atribut dan kelengkapannya.
"Yang paling banyak dicari tetap seragam sekolah, baju putih, seragam pramuka, setelan sekolah, termasuk atribut pramuka," jelas Heri.
Untuk harga, Heri mengatakan setiap jenis seragam memiliki kisaran harga yang berbeda tergantung ukuran dan model pakaian.
Seragam lengan panjang umumnya dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan model lengan pendek.
Sebagai gambaran, harga baju putih lengan pendek ukuran kecil dibanderol mulai sekitar Rp49 ribu, sedangkan ukuran yang lebih besar mencapai sekitar Rp98 ribu. Sementara itu, harga celana panjang sekolah rata-rata berada di kisaran Rp70 ribuan.
• Jadwal Terbaru TKA SMA 2026: Pendaftaran Dibuka 27 Juli, Hasil Diumumkan 23 Desember
Walaupun permintaan meningkat menjelang tahun ajaran baru, Heri mengakui penjualan secara keseluruhan belum kembali seperti beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin banyak beralih ke platform belanja daring.
"Kalau dibanding dulu memang ada penurunan. Kemungkinan karena sekarang masyarakat lebih banyak membeli secara online, apalagi sudah semakin banyak penjual di platform digital," tuturnya.
Tetap Jadi Langganan Sekolah
Meski menghadapi persaingan dari toko online, Heri mengatakan tokonya masih menjadi salah satu tujuan utama masyarakat di Pontianak untuk membeli perlengkapan sekolah.
Ia menyebut usaha yang telah dijalankan selama puluhan tahun membuat banyak sekolah maupun orang tua sudah mengenal keberadaan tokonya.
"Toko ini memang sudah lama menjadi pusat perlengkapan sekolah. Banyak sekolah yang sudah mengetahui keberadaan kami sehingga pelanggan tetap masih cukup banyak," ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar seragam sekolah diproduksi sendiri sehingga stok lebih mudah dikendalikan, sedangkan buku pelajaran diperoleh melalui jaringan agen.
Harapkan Kerja Sama dengan Sekolah
Di sisi lain, Heri berharap ke depan pihak sekolah dapat menjalin koordinasi yang lebih baik dengan pelaku usaha perlengkapan sekolah, khususnya terkait penyediaan kain atau seragam batik yang menjadi identitas masing-masing sekolah.
Menurutnya, banyak orang tua datang mencari seragam batik sekolah, namun tokonya belum dapat menyediakan karena belum memperoleh informasi mengenai motif maupun penyedia kain yang digunakan setiap sekolah.
"Banyak pelanggan mencari seragam batik sekolah, tetapi kami belum bisa menyediakannya karena tidak mengetahui motif maupun bahan yang digunakan. Harapannya nanti pihak sekolah bisa bekerja sama atau memberikan informasi sehingga kami juga dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
(*)