Puncak Hari Bhayangkara ke-80, 8.035 Pelari Padati Lintasan Sumsel Bhayangkara Run 2026 di JSC
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Sebanyak 8.035 peserta dari berbagai daerah memadati kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang untuk mengikuti ajang lari massal bertajuk Sumsel Bhayangkara Run 2026, Minggu (12/7/2026) pagi. Agenda olahraga ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara Polri, jajaran pemerintah, TNI, dan elemen masyarakat.
Para peserta yang datang dari berbagai latar belakang—mulai dari komunitas lari nasional, instansi pemerintah, personel TNI-Polri, pegawai BUMN, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum—berkompetisi dalam tiga kategori lomba, yaitu 5 kilometer (5K), 10 kilometer (10K), dan half marathon 21 kilometer (21K).
Baca juga: Polda Sumsel Launching Sumsel Bhayangkara Run 2026, Kapolda Undang 5.000 Pelari
Bendera start tanda dimulainya perlombaan dikibarkan tepat pukul 05.00 WIB.
Pelepasan ribuan pelari dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Shandi Nugroho, bersama Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan serta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Shandi Nugroho, menyatakan bahwa penyelenggaraan ajang lari berskala besar ini merupakan implementasi nyata dari Program Presisi Polri demi mendukung agenda pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif.
"Kegiatan ini menjadi wadah konkret dalam memperkuat ketahanan sosial, menumbuhkan budaya hidup aktif dan sehat, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi yang harmonis antara institusi Polri dan masyarakat luas melalui media olahraga," ujar Irjen Pol. Shandi Nugroho seusai melepas peserta di garis start.
Tidak hanya menyajikan atmosfer kompetisi olahraga yang kompetitif, pergelaran Sumsel Bhayangkara Run 2026 juga memberikan efek domino (multiplier effect) yang positif bagi roda perekonomian di Bumi Sriwijaya.
Mobilisasi ribuan pelari dari luar daerah terbukti ampuh menggerakkan omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), okupansi perhotelan, sektor transportasi, hingga industri jasa kuliner di Kota Palembang.
Demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para pelari di sepanjang rute, pengamanan terpadu berskala besar diterapkan dengan melibatkan personel gabungan dari Polda Sumsel, TNI, Dinas Perhubungan, tim tenaga kesehatan, serta ratusan relawan lokal.
Seluruh rangkaian kompetisi dipastikan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga pelari terakhir menyentuh garis finis.
"Tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat hari ini menjadi suntikan energi positif bagi kami. Sumsel Bhayangkara Run bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan momentum penting untuk merayakan persatuan dan memperkokoh sinergi lintas sektoral di Sumatera Selatan," pungkas Kapolda.