Densus 88 Tangkap Mantan Anggota JAD Terkait Ledakan di Tasikmalaya
ferri amiril July 12, 2026 10:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pelaku inisial A yang diamankan Densus 88 Antiteror ternyata eks Napiter dari kelompok Jamaat Ansharut Daulah (JAD) di kediamannya di wilayah Cilembang, Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Terduga pelaku peledakan A ini berprofesi sebagai pedagang es teh baru dua bulan mengontrak bersama istrinya di Kampung Gunung Koneng, RT 02/13, Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Sebelum diamankan, A sempat adu mulut dengan pedagang lain di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya pada Sabtu (11/7/2026) hingga melakukan peledakan.

Dari kejadian inilah, tim Densus 88 Antiteror turun ke lokasi dan mengamankan beberapa barang bukti salah satu senapan mimis dan belati hingga beberapa buku di kediaman A.

Saat ini A bersama S dan U masih menjalani pemeriksaan terkait kejadian adu mulut hingga melakukan peledakan.

Baca juga: Polisi Amankan Tiga Orang dan Barang Bukti Seusai Ledakan di Dadaha Tasikmalaya

Salah satu warga sekitar, Nurdin (54) mengaku pelaku selama ini memang dikenal sebagai mantan Napiter Jamaat Ansharut Daulah (JAD) yang masih dalam masa pembinaan. 

Bahkan, keseharian pelaku berdagang es teh kaki lima dengan gerobaknya yang mangkal di trotoar Kompleks Dadaha, Kota Tasikmalaya. 

"Pelaku memang mantan Napiter, tapi selama ini sudah kembali ke NKRI serta memilih berdagang es teh di Dadaha," ucapnya kepada TribunPriangan.com.

Ia menambahkan, di momen Lebaran dan Tahun Baru, pelaku sangat ahli membuat petasan dan sempat diperjualbelikan di samping usahanya berjualan es teh. 

"Asalnya Tasikmalaya, tapi domisili di Cilembang bareng istrinya mengontrak di sini," tuturnya.

Hal senada dikatakan Ketua RT 02/13 Ade Mumu menjelaskan, kejadiannya ini bermula dari kejadian di Dadaha, lalu ditemukan ada barang yang dicurigai milik pelaku inisial A.

"Sudah berkeluarga dan mengontrak dua bulan dan saya juga sebagai RT baru tahu tadi. Ada barang bukti yang ditemukan, tapi tidak ada bahan peledak, hanya ada buku dan senapan mimis," jelas Mumu.

Ditanyai soal terduga pelaku pernah menjual petasan ia menegaskan tidak tahu menahu, karena jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Kalau jual petasan tidak tahu, malah tahunya penjual teh manis. Dan beliau juga orangnya tertutup tidak bersosialisasi dengan warga sekitar," ungkapnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.