Dikritik Karena Masih Muda Sudah Menjabat Komisaris BUMD, Sambu Harman Angkat Suara
M Iqbal July 12, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyak pihak melemparkan kritik terhadap posisi jabatan komisaris anak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sarana Pembangunan Riau (SPR) Langgak, yang dijabat Muhammad Sambu Harman.

SPR Langgak merupakan anak perusahaan PT SPR yang memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Seorang anak muda yang masih berusia cukup muda dan bahkan masih menjalani kuliah di sebuah perguruan tinggi di Kota Pekanbaru itu akhirnya angkat suara menjawab kritikan banyak pihak itu.

Sambu Harman begitu ia biasa disapa merupakan aktivis HMI kelahiran 2003, ia lulusan Fisip Universitas Riau dan aktif di organisasi HMI, dan saat ini melanjutkan kuliah S2-nya di fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning.

Menurut Sambu Harman yang juga merupakan anak dari tokoh Riau Suparman tersebut, ia sejak duduk di bangku sekolah sudah terbiasa menerima kritik, karena sudah menjadi pemimpin dari kecil di setiap jenjang sekolahnya hingga kampus.

"Saya sudah terbiasa dikritik, dan kritik itu bagi saya menjadi motivasi untuk membuktikan saya lebih baik,"ujar Sambu kepada tribunpekanbaru.cok Minggu (12/7/2026).

Sambu Harman juga ingin menjelaskan ke publik, jika dirinya mendapatkan jabatan sebagai komisaris di BUMD yang bergerak di bidang Minyak bumi itu, murni karena relasi dirinya di HIPMI dan jejaring organisasi serta pengalamannya.

Ini menjawab kritikan banyak pihak yang menyebutkan jika Sambu Harman menjabat sebagai komisaris karena titipan dari sang ayah, Suparman yang juga memiliki kedekatan dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

"Saya bersama Dirut SPR Langgak kanda Satria Antoni sama-sama di HMI dan HPMI dan mengikuti semua tahapan dalam seleksi jajaran direksi dan komisaris di SPR Langgak, jadi murni kami, bukan karena keberadaan orangtua,"tegas Sambu.

Diusianya yang masih muda saat ini, Sambu juga ternyata sudah memiliki pengalaman mengelola sejumlah perusahaan milik bapaknya Suparman dan perusahaan yang selama ini ikut dikelola bapaknya.

"Pengalaman manajerial inilah yang menjadi modal saya, selain secara teori juga sudah saya perdalam di organisasi dan dunia kampus di jurusan saya Administrasi publik,"jelas Sambu Harman.

Memang diakuinya terkait kritikan yang diterimanya, ia sempat menghadap pada Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, namun sebagai anak muda ia tidak menghiraukan kritik tersebut dan memilih untuk lebih kreatif dalam membesarkan SPR Langgak kedepannya.

"Saya bersama Dirut sudah melakukan inovasi dan terobosan di SPR Langgak dengan memangkas sejumlah jabatan direktur dan terjadi penghematan untuk perusahaan mencapai 6 Miliar, kedepan kami juga ada beberapa terobosan lain yang tentunya bisa membantu perusahaan lebih baik,"ujarnya.

Untuk saat ini, SPR Langgak yang dipercaya mengelola kerjasama di blok Langgak yang statusnya sumur tua tersebut masih menghasilkan produksi minyak dengan jumlah yang menjanjikan dan saat ini, ia sedang menyusun konsep baru untuk meningkatkan produksi minyak tersebut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya baik di DPRD Riau maupun dari sejumlah pihak, keberadaan Sambu Harman di BUMD sempat mendapatkan kritik karena dianggap sebagai titipan dari Suparman yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan.

(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.