Polisi Amankan Tiga Orang dan Barang Bukti Seusai Ledakan di Dadaha Tasikmalaya
Machmud Mubarok July 12, 2026 10:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Polisi mengamankan tiga orang yang terlibat cekcok hingga menyebabkan adanya ledakan di kawasan Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026).

Adapun tiga orang tersebut inisial S, U dan AAS yang masih dilakukan pemeriksaan seputar kejadian pada Sabtu (11/7/2026) malam.

"Jadi gini teman-temen, kami dari polres Tasikmalaya Kota bahwa pada Sabtu malam ada lapdu UPTD Dadaha terjadi permasalahan mengakibatkan adanya ledakan," ucap Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto kepada TribunPriangan.com, beberapa saat lalu.

AKBP Andi menjelaskan, sejak tadi malam pihaknya melaksanakan olah TKP bersama anggota brimob karena adanya ledakan.

"Saat ini kami melakukan penyelidikan hasilnya akan kami sampaikan. Karena, untuk sementara kami mengamankan tiga orang terkait peristiwa tersebut," tegasnya.

Selain itu, petugas gabungan dari Densus 88 Antiteror sudah melakukan olah TKP di dua lokasi yang berbeda, serta mengamankan beberapa barang bukti.

"Tadi kami sudah melakukan olah TKP dan tidak ada korban jiwa, tapi ada beberapa barang bukti yang diamankan dari rumah salah satu terduga kejadian pada Sabtu malam," kata AKBP Andi.

Baca juga: Kronologi Ledakan di Kawasan Dadaha Tasikmalaya Setelah Cekcok Antarpedagang

Baca juga: Breaking News - Densus 88 Geledah Sebuah Rumah di Cilembang Kota Tasikmalaya

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat tetap bisa menjaga ketertiban dan saling mengerti supaya lingkungan kondusif.

"Tetap menjaga ketertiban dan saling bisa mengerti dan memahami, sehingga lingkungan di masyarakat bisa kondusif," jelas AKBP Andi.

Informasi yang dihimpun Tribun di lapangan, penggeledahan ini dilakukan menyusul terjadi ledakan diduga ledakan bom rakitan. 

Ledakan itu terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam sekitar pukul 23.00 di tempat jualan Dadaha Tasikmalaya.

Setelah kejadian itu, pada Minggu siang, Tim Densus 88 langsung turun untuk olah TKP dan menggeledah sebuah rumah yang dicurigai sebagao pemilik dugaan bom rakitan di Cilembang.

Pantauan wartawan TribunPriangan.com di lapangan pada pukul 16.00, tim Densus 88 sudah meninggalkan lokasi di Cilembang.

Sebelumnya puluhan petugas Densus 88 dan Satbrimobda Polda Jabar menggeledah dan menjaga sekitar lokasi rumah.

Usai penggeledahan, polisi memasang garis pembatas polisi. 

Penggeledahan ini menjadi tontonan dari warga sekitar.

Penggeledahan oleh Densus 88 ini merupakan buntut dari cekcok antara dua pedagang di kawasan Komplek Olahraga Dadaha, Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (11/7/2026) malam, yang berujung adanya ledakan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPriangan.com, awalnya terjadi adu mulut antara seorang pedagang tahu gejrot inisial U dengan pedagang es teler inisial G terjadi sekira pukul 23.00 WIB.

Cekcok pun berlangsung hampir 30 menit, sebelum keduanya mereda. Akan tetapi pedagang jagung inisial S membela G karena keduanya bersaudara.

Setelah cekcok usai, pedagang lain inisial A mendatangi lokasi kejadian dan tiba-tiba melakukan peledakan di area pedestrian Dadaha.

Sontak pedagang lain kalut dan berhamburan hingga berteriak, karena adanya ledakan yang diduga dibawa oleh pedagang es teh inisial A.

Baca juga: Breaking News - Densus 88 Geledah Sebuah Rumah di Cilembang Kota Tasikmalaya

Sekira pukul 01.10 WIB keempat pedagang pulang ke rumah masing-masing, dan pedagang lain kembali beraktivitas.

Sementara itu, pihak UPTD Dadaha yang menerima laporan kejadian dan langsung melanjutkan informasi tersebut ke jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

Sekira pukul 01.30 WIB Polres Tasikmalaya Kota bersama Polsek Cihideung bergerak cepat menuju lokasi untuk melihat kejadian tersebut.

"Awalnya cuma cekcok aja antara pedagang tahu gejrot sama es teler. Tapi selang beberapa menit, pedagang lain inisial S melerai kejadian. Usai dilerai, ada pedagang lagi si A dan langsung melakukan peledakan," ungkap Yuda pedagang Cireng ditemui TribunPriangan.com, Minggu (12/7/2026).

Yuda mengaku, sejak awal tidak ada kejadian apapun. Karena pedagang mulai buka sore hari.

Akan tetapi, menjelang tengah malam keduanya adu mulut hingga berujung adanya ledakan.

"Kalau cekcok sih sebentar paling 30 menit, tapi pedagang lain si A malah bikin rame dengan melakukan peledakan, padahal sama saya sudah dilerai," ungkapnya.

Ia menambahkan, keempatnya membubarkan diri tengah malam usai cekcok dengan pedagang lain.

"Pukul 01.30 mulai datang polisi banyak, dari Brimob, Polsek juga nanyain kejadian. Karena posisi dagangan saya samping tahu gejrot yang cekcok sama pedagang es teler," jelasnya.

Ditanyai soal penangkapan oleh Densus 88 Antiteror ia tidak tahu menahu. Tapi untuk sosok es teler seorang ustaz dan keduanya kerap membaur dengan pedagang lain.

"Kalau pedagang es teler itu ustaz, tapi yang mulai adu mulut tahu gejrot dan mulutnya bau minuman," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.