TRIBUNSUMSEL.COM -- Perjalanan pulang usai menikmati liburan keluarga di Yogyakarta berubah menjadi mimpi buruk yang menyisakan duka teramat dalam bagi sebuah keluarga asal Sumatera Selatan.
Sebuah kecelakaan maut di ruas Tol Terbanggi Besar–Simpang Pematang–Kayu Agung (Terpeka) KM 187+600 Jalur A, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada Sabtu (11/7/2026) sore, merenggut empat nyawa sekaligus.
Di tengah ringseknya minibus Toyota Avanza bernomor polisi BG 1069 IH tersebut, Azikra (17), seorang siswi kelas XII SMA Negeri 2 Lahat, menjadi satu-satunya korban yang berhasil selamat dari maut.
Meski lolos dari fatalitas, Azikra harus mengalami luka berat dan kini tengah berjuang dalam perawatan intensif di rumah sakit, kehilangan pilar-pilar terdekat dalam hidupnya.
Tragedi ini merenggut nyawa sang pengemudi, Raden Muhammad Feriansyah (46), istrinya Yuniarti Farlina (46), serta dua penumpang lainnya, yakni Intan (28) dan seorang lansia, Kopli Anwar (70).
Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, AKP Ayu Tiara Kanchika, mengungkapkan bahwa petaka tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika kendaraan korban sedang melaju dari arah Bandar Lampung menuju Palembang. Jalur lurus berbeton lumat di bawah cuaca yang cerah sore itu mendadak jadi saksi benturan hebat.
"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk sehingga kendaraan menabrak bagian belakang truk Hino trailer yang berada di depannya," ujar AKP Ayu saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026) melansir dari Kompas.com.
Hantaman keras pada bagian belakang truk Hino trailer bernomor polisi B 9924 UIY membuat bagian depan Avanza tak berbentuk.
Raden Muhammad Feriansyah langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, tiga penumpang lainnya mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit serta sesaat setelah mendapatkan tindakan medis.
Polisi memastikan tidak ada faktor alam atau prasarana yang memicu insiden maut ini. Sopir truk trailer, Erwan (36), warga Majalengka, Jawa Barat, dilaporkan selamat tanpa luka karena posisinya berada di jalur yang benar.
"Tidak ditemukan indikasi faktor cuaca maupun kondisi jalan sebagai penyebab utama. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu faktor human error karena pengemudi kehilangan konsentrasi akibat mengantuk," tutup Ayu.
(*)