Pemkab Kediri Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman hingga Akhir 2026, Warga Diminta Tak Khawatir
Rendy Nicko July 12, 2026 09:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram atau gas melon tetap aman hingga akhir tahun 2026. Kepastian itu diberikan setelah alokasi dari Pertamina dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat terjadi peningkatan konsumsi pada momentum Bulan Suro.

Tahun ini, Kabupaten Kediri memperoleh alokasi LPG subsidi sebanyak 55.560 metrik ton (MT). Jumlah tersebut diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memang berhak menggunakan gas bersubsidi.

Untuk memastikan pasokan tetap tersedia di lapangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri terus melakukan pemantauan secara berkala. Pengawasan dilakukan mulai dari pangkalan hingga pengecer melalui kegiatan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak).

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan kuota yang diberikan Pertamina masih sangat mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan.

Baca juga: Atap Musala di Baron Kabupaten Nganjuk Terbakar, Diduga Sisa Bakar-bakar Jadi Penyebab

"Pastinya konsumennya jelas dan peruntukannya tepat sasaran. Tidak untuk keluarga ASN, tidak untuk kebutuhan diesel pengairan, tidak untuk restoran, rumah makan besar maupun kafe. Yang utama, konsumen LPG tiga kilogram adalah masyarakat kurang mampu," jelasnya, Minggu (12/7/2026).

Menurut Tutik, pengawasan distribusi menjadi langkah penting agar penyaluran LPG subsidi tetap sesuai sasaran sekaligus mencegah potensi penyimpangan di lapangan.

Petugas Disdagin secara rutin memantau kondisi stok di setiap pangkalan. Jika ditemukan persediaan mulai menipis, pangkalan dapat segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk memperoleh tambahan pasokan.

"Secara umum LPG tiga kilogram dengan kuota 55.560 metrik ton pada tahun 2026 ini sangat mencukupi hingga akhir tahun, sekalipun permintaan meningkat pada bulan Suro. Setiap pangkalan yang stoknya berkurang dapat langsung menghubungi Pertamina dan pengiriman dilakukan pada hari itu juga sesuai kebutuhan," paparnya sanbil menyebut Tim Disdagin rutin melaksanakan monitoring di lapangan. 

Lebih jauh, Tutik menambahkan sistem distribusi yang berjalan saat ini memungkinkan pengiriman tambahan dilakukan dengan cepat sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa harus menunggu waktu yang lama.

Selain memastikan ketersediaan stok, Disdagrin juga terus mengingatkan masyarakat agar menggunakan LPG subsidi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Gas melon 3 kilogram, kata Tutik, diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang memang menjadi sasaran penerima subsidi. Karena itu, pihak-pihak yang tidak berhak diimbau tidak menggunakan LPG bersubsidi.

Baca juga: Pedagang CFD Jalan Dhoho Kota Kediri Harap Koperasi Permudah Akses Modal UMKM

Dengan penggunaan yang tepat sasaran, pemerintah berharap distribusi LPG subsidi di Kabupaten Kediri tetap berjalan lancar hingga akhir tahun, termasuk saat kebutuhan masyarakat meningkat pada momen-momen tertentu.

"Pengawasan akan terus kami lakukan agar distribusi LPG subsidi benar-benar tepat sasaran dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok," pungkasnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.