BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ketenangan warga Pengayuan RT 3, Landasanulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Banjarbaru berubah panik akibat kebakaran lahan yang terjadi dekat permukiman mereka, Minggu (12/7/2026) siang.
Awalnya mereka santai mengawasi kebakaran lahan yang jauh dari tempat tinggal mereka, dan ada yang beranggapan akan aman karena lahan yang terbakar jauh di belakang.
Cuaca panas yang menyengat dan tiupan angin, membuat warga resah, pasalnya tiba-tiba tiupan angin berubah mengarah ke permukiman mereka.
Hanya hitungan menit, api yang membakar sebagian besar hutan kayu galam, sudah mendekati akses utama jalan lintas Lianganggang, Banjarbaru arah Batibati, Tanahlaut.
Seketika warga panik, mereka berusaha dengan peralatan seadanya menyiram kebakaran lahan yang dekat dengan rumah mereka.
Sebagian warga lagi dengan dibantu petugas BPK swasta, menyiram tumpukan kayu galam yang mereka jual di pinggir jalan supaya basah. Asap yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan sempat menyelimuti jalan utama hingga mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas.
Tak lama kemudian, armada tangki dari BPBD Kota Banjarbaru datang kelokasi kebakaran lahan dan langsung berjibaku memadamkan api yang melumat pohon galam dan akasia.
Baca juga: Dinsos Kalsel Siapkan Safe House Karhutla, Kapasitas Mampu Tampung 200 Orang
Baca juga: Air Baku Riam Kanan Mendadak Surut Imbas Kemarau, PAM Bandarmasih Andalkan Intake Sungai Tabuk
Dibantu petugas TNI, mereka menembus asap tebal mencari titik api yang membesar. Dampak arah angin yang bertiup berubah-ubah membuat petugas kesulitan menyasar titik api karena tertutup asap yag membuat mata pedih, ditambah hawa panas dan bau yang ditimbulkan dari asap tersebut.
"Alhamdulilah, apinya menjauh, tadi sempat panik dekat sekali dengan rumah, terpaksa dengan air leding disemprotkan ke lahan yang ada di belakang rumah, tadinya kebakaran lahannya jauh di belakang sana,” ungkap Arbani.
Menurut Arbani, mereka merasa trauma dengan kebakaran lahan.
“Karena pengalaman kami seperti tahun lalu, kebakaran lahan justru melumat tempat tinggal warga di sini, sehingga beberapa kepala keluarga kehilangan tempat tinggal bahkan usahanya jual kayu galam mereka juga ludes dilalap api, salah satunya milik saya,” pungkasnya.
Sebelumnya, ketenangan warga di kawasan Guntungmanggis, Banjarbaru juga terusik dengan kemunculan kobaran api cukup besar di sebuah lahan pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Sebuah lahan kosong yang terletak di Jalan Guntungparing, Kelurahan Guntungmanggis, Kecamatan Landasanulin, dilalap api.
Setelah siang berjibaku memadamkan api di lahan kawasan Pengayuan Lianganggang, malamnya petugas kembali turun untuk memadamkan kebakaran lahan di sana.
Lokasi kebakaran lahan yang tidak jauh dari wilayah permukiman, membuat khawatir warga setempat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Ar Rasyid mengatakan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Petugas dari TRC BPBD Banjarbaru gabungan juga membawa unit tangki yang berisi air untuk mencegah kekurangan sumber air di lokasi kebakaran.
“Kendala pemadaman tidak ada, akses air mudah kita bawa tangki air,” ujarnya.
Setelah dilakukan penyemprotan oleh petugas, kurang dari satu jam, api berhasil dipadamkan seluruhnya sebelum merembet ke bangunan warga.
“Luas kebakaran seperti yang kita lihat sepetak, kurang lebih 20x25 meter,” katanya.
Sementera itu, belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghangsukan lahan kosong di kawasan Guntungmanggis tersebut.
Dinsos Siapkan Rumah Aman
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyiapkan safe house atau rumah aman bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Sosial Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan, safe house akan dioperasikan secara situasional apabila kondisi asap telah memasuki status kedaruratan dan mulai membahayakan kesehatan masyarakat.
“Safe house hanya bersifat situasional. Kalau sudah terjadi kedaruratan asap, baru kita operasional,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Rumah aman tersebut dipusatkan di Aula Dinsos Kalsel di Banjarbaru dengan kapasitas lebih dari 200 orang.
Di dalamnya disiapkan ruangan berpendingin udara (AC), peralatan kesehatan seperti tabung oksigen, tenaga perawat dari Dinas Kesehatan, dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, ruang bermain anak, hingga layanan dukungan psikososial bagi para penyintas.
Fasilitas itu diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun asma akibat paparan kabut asap. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki/aya sugianto/rizki fadillah)