TRIBUNMANADO.CO.ID,SITARO – Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali meningkat pada Minggu (12/7/2026) malam.
Gunung yang saat ini berstatus Level II (Waspada) tersebut terpantau mengeluarkan material pijar dari kawasan puncak hingga menyebabkan kebakaran vegetasi di sekitar kawah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WITA.
Baca juga: Gunung Karangetang Kembali Keluarkan Sinar Api, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada
Semburan material pijar yang keluar dari puncak gunung setinggi 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut membuat langit di sekitar puncak tampak memerah dan dapat terlihat dari sejumlah wilayah di Pulau Siau.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia Prama Tatipang, menjelaskan bahwa material pijar yang terlontar dari kawah membakar alang-alang di sekitar puncak sehingga menimbulkan kobaran api yang cukup terlihat pada malam hari.
“Terjadi lemparan material pijar yang membakar alang-alang di sekitar puncak. Terjadi kebakaran juga dan terlihat cahayanya terpantul di atas awan sehingga tampak seperti api yang membesar,” ujar Yudia, Minggu malam.
Meski aktivitas vulkanik masih berada pada Level II atau Waspada, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di area sekitar puncak gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mengingatkan masyarakat, pengunjung maupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan puncak.
Warga dilarang beraktivitas, mendaki, maupun memasuki area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Kawah Selatan).
Selain itu, larangan juga berlaku pada zona perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer dari puncak.
Yudia menegaskan bahwa masyarakat perlu mewaspadai potensi guguran lava maupun awan panas guguran yang dapat terjadi akibat akumulasi material lava di bagian puncak gunung.
“Masyarakat harus mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya,” katanya.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas vulkanologi. (EDU)