TRIBUNJAKARTA.COM - Demam Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung tak luput dari perhatian aktor senior Fanny Fadillah.
Pria yang juga dijuluki sebagai "Bapak Jersey Indonesia" karena karakter ikoniknya sebagai 'Ucup' dalam sitkom legendaris
Bajaj Bajuri ini rupanya sangat mengikuti jalannya turnamen sepak bola terakbar di jagat raya tersebut.
Sebagai pencinta sepak bola, Fanny mengaku awalnya menjagokan tim raksasa Amerika Latin, Brasil.
Namun, ia harus gigit jari setelah tim Samba tersebut dipaksa angkat koper lebih cepat.
"Gua sebenarnya jagokan Brasil. Tapi dia udah kalah kemarin kan sama Norwegia," ujar Fanny Fadillah dilansir dari Wartakotalive.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026) malam.
Sambil berseloroh, pria berusia 59 tahun ini juga menceritakan tim favorit sejatinya yang justru absen di gelaran kali ini.
"Tapi ya gua jagokan Italia juga dari dulu, tapi enggak lolos Piala Dunia," sambungnya sembari tertawa.
Menganalisis peta kekuatan tim-tim besar, Fanny menyoroti performa Brasil dan Argentina yang semula sangat diunggulkan, namun justru tampil terseok-seok.
Bagi Fanny, skuad Brasil saat ini yang dihuni bintang-bintang top dunia seperti Vinicius Jr, Raphinha, hingga Casemiro, seolah kehilangan sentuhan magis yang menjadi ciri khas mereka.
"Gua merasa Brasil itu udah hilang sambanya," kata Fanny.
Tak hanya Brasil, rival abadi mereka, Argentina, juga mendapat sorotan tajam dari sang aktor.
Fanny menilai Tim Tango tersebut terlalu bergantung pada sosok megabintang mereka, Lionel Messi.
Ketergantungan yang terlampau tinggi ini dinilai bisa menjadi batu sandungan bagi Argentina untuk mempertahankan gelar juara.
Ia mencontohkan momen dramatis saat Argentina bersua Mesir di laga sebelumnya.
"Argentina itu terlalu Messi. Lihat saja waktu lawan Mesir, sudah kalah 2-0, tapi berkat Messi mereka bisa balikkan keadaan. Ramai kan kemarin," jelasnya.
Saat ditanya mengenai prediksi tim mana yang akan keluar sebagai kampiun di Amerika Serikat, Fanny Fadillah meyakini bahwa trofi emas tersebut tidak akan menyeberang ke benua Amerika.
Ia memprediksi dominasi kekuatan sepak bola Eropa masih akan terlalu tangguh untuk dibendung di sisa turnamen ini.
"Menurut gua sih yang menang bakalan negara di Eropa," pungkasnya.