Kebakaran Dahsyat di Peudada Ludeskan 1 Rumah dan Rusakkan 3 Bangunan Lain
Saifullah July 12, 2026 10:23 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah semipermanen di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen pada Minggu (12/7/2026) siang.

Selain meludeskan rumah utama, kobaran api juga merusak tiga rumah lain yang berada di sekitarnya.

Api kemudian berhasil dikendalikan oleh warga bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.48 WIB, dan sempat membuat warga sekitar panik karena api dengan cepat membesar.

Rumah yang terbakar habis diketahui milik Yusri (58).

Sementara penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.

Baca juga: Lima Rumah Terbakar di Aceh Singkil, Seluruh Harta Benda Korban Ludes

Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena Yusri sedang bekerja di kebun di gampong tetangga.

Istrinya, Muslihati (54), serta kedua anak mereka, Haris (17), dan Muhaikal (14), juga tidak berada di dalam rumah sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Warga yang pertama kali melihat kepulan asap disusul kobaran api segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Anggota Polsek Peudada dan Koramil Peudada yang menerima informasi langsung menuju lokasi untuk membantu mengendalikan api sekaligus menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bireuen.

Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Induk Kota Bireuen dikerahkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kota.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan dari dua sisi.

Yakni arah Utara dan Selatan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah kobaran api menjalar ke bangunan lain.

Baca juga: Dramatis! Anak Kecil Diselamatkan Lewat Jendela Saat Rumah Terbakar di Lhokseumawe

Meski rumah milik Yusri tidak berhasil diselamatkan dan ludes terbakar, upaya cepat warga dan petugas berhasil membatasi penyebaran api.

Sehingga kerusakan pada rumah-rumah di sekitarnya tidak semakin parah.

Tiga rumah yang berada di sisi rumah korban ikut mengalami kerusakan akibat terpapar panas dan jilatan api.

Rumah milik Rosmiati (66), yang berada di sebelah Timur mengalami kerusakan pada bagian dinding.

Rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga (KK) dengan total tujuh jiwa.

Sementara itu, rumah milik Azhar (44), seorang pekerja bengkel yang tinggal bersama istri dan empat anaknya di sebelah Utara rumah korban, mengalami kerusakan pada papan dinding bagian samping.

Sedangkan rumah milik Ridwan (58), seorang petani yang berada di sebelah Barat, mengalami kerusakan pada dinding dapur.

Ridwan menempati rumah tersebut bersama istri dan seorang cucunya.

Keuchik Gampong Meunasah Baroh, H Masrur mengatakan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan.

Baca juga: Satu Rumah Terbakar di Lambiheu Siem Aceh Besar, Ini Penyebabnya

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena pemilik rumah sedang berada di luar saat kebakaran terjadi.

"Rumah yang terbakar memang sedang kosong karena pemilik sedang bekerja mencari nafkah di kebun,” ungkap Keuchik Masnur.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi satu rumah habis terbakar dan tiga rumah lainnya mengalami kerusakan akibat api," ujarnya.

Ia mengapresiasi respons cepat warga, aparat TNI-Polri, serta petugas pemadam kebakaran yang berhasil mencegah api merambat lebih luas ke permukiman padat penduduk.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban, Pemerintah Gampong Meunasah Baroh akan segera menyalurkan bantuan masa panik untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak.

Selain kehilangan seluruh isi rumah, korban juga kini kehilangan tempat tinggal sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Hingga Minggu sore, petugas telah memastikan api benar-benar padam dan melakukan pendinginan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.