TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7/2026) pukul 20.46 WIB atau 21.46 Wita.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 1,31 Lintang Utara dan 121,38 Bujur Timur, tepatnya 37 kilometer timur laut Buol, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda.
Guncangan dirasakan IV MMI di Tolitoli dan Buol, serta II-III MMI di Pohuwato dan Gorontalo Utara.
Pada skala IV MMI, gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan sebagian orang di luar rumah.
Sementara pada skala II-III MMI, getaran umumnya terasa seperti ada truk atau kendaraan besar yang melintas.
BMKG menyebut informasi tersebut merupakan hasil analisis awal yang mengutamakan kecepatan sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring bertambahnya data.
Mengapa Wilayah Ini Rawan Gempa?
Secara geologis, kawasan Sulawesi bagian utara dan Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia.
Daerah ini berada di zona pertemuan Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Laut Filipina, yang menyebabkan akumulasi tekanan tektonik cukup besar.
Selain dipengaruhi interaksi lempeng, wilayah tersebut juga memiliki sejumlah sesar aktif yang berkontribusi terhadap aktivitas gempa bumi, sehingga guncangan dengan berbagai magnitudo relatif sering terjadi.
Dampak Magnitudo 5,4 dan Kedalaman 10 Kilometer
Gempa berkekuatan Magnitudo 5,4 termasuk kategori gempa menengah, sedangkan kedalaman 10 kilometer tergolong gempa dangkal.
Gempa dangkal cenderung menghasilkan guncangan yang lebih kuat di permukaan dibandingkan gempa yang berpusat lebih dalam.
Meski demikian, tingkat kerusakan sangat bergantung pada kondisi tanah, kualitas bangunan, serta jarak dari pusat gempa.
Imbauan BMKG dan Tips Menghadapi Gempa
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.
Saat terjadi gempa, masyarakat disarankan untuk:
Masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan sekitarnya diimbau tetap tenang serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan tanpa menimbulkan kepanikan, terutama apabila terjadi gempa susulan atau pembaruan informasi dari otoritas terkait. (*)