BANGKAPPOS.COM - Satu-satunya armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dilaporkan ludes terbakar saat terparkir di garasi kantor Dinas Satpol PP dan Damkar setempat pada Minggu (12/7/2026) pagi.
Insiden hangusnya fasilitas bernomor polisi BN 9006 RZ sekitar pukul 09.00 WIB tersebut memicu kemarahan besar Bupati Bangka Barat, Markus, yang langsung meninjau tempat kejadian perkara.
Markus menduga kuat insiden ini terjadi akibat kelalaian fatal dari petugas piket yang meninggalkan lokasi tanpa pengawasan saat masa transisi pergantian giliran jaga.
“Mana yang piket itu, beri sanksi itu, bila perlu diberhentikan aja, ini kan keteledoran namanya,” kata Markus saat mengecek langsung kondisi mobil damkar yang terbakar.
Bupati Markus sangat menyayangkan sikap para personel yang dinilai kurang memiliki rasa tanggung jawab dalam merawat aset daerah.
“Ini merugikan negara namanya,” ujarnya.
Menurut Markus, situasi fatal semacam ini tidak semestinya terjadi apabila area kantor selalu dijaga dengan ketat secara berkala.
“Enggak boleh itu, beri sanksi aja, kesalahan fatal ini. Kalaupun ada orang di sini, kalau ada masalah pun cepat kita tau ada api, enggak mungkin sampai terbakar seperti ini,” tegasnya.
Ancam Pecat Petugas
Ia menegaskan akan menyiapkan tindakan administratif yang berat bagi siapa saja yang terbukti abai dalam menjalankan kewajibannya.
Sanksi kepegawaian yang disiapkan tersebut berkisar dari teguran keras hingga pemberhentian secara tidak hormat dari penugasan.
“Saya akan minta ada sanksi kepegawaian. Bahkan kalau itu kesalahan fatal, pemecatan nanti,” imbuhnya.
Namun, langkah penjatuhan hukuman disiplin tersebut baru akan direalisasikan setelah pihak berwajib berhasil menyingkap penyebab utama insiden kebakaran.
Markus mengaku kecewa karena unit kendaraan seharga lebih dari Rp1 miliar yang dibeli pada 2014 itu kini tidak bisa lagi dioperasikan.
“Inikan masih bagus mobil itu. Makanya saya terus terang kecewa, enggak bisa begini sebenarnya. Masa kantor kita enggak dijaga dengan baik,” ujarnya.
Musibah ini dipastikan bakal menyulitkan penanggulangan bencana kebakaran ke depan, mengingat wilayah tersebut sedang menghadapi musim kemarau yang panjang.
“Kita jadi repot. Mudah-mudahan nanti kalau anggaran kita mencukupi, kita bis melakukan pembelian lah, karena mobil damkar ini sangat penting,” ungkapnya.
Padahal, pemerintah daerah sebelumnya sudah memproyeksikan pengadaan unit damkar tambahan untuk disebar ke berbagai kecamatan seperti Parittiga, Mentok, dan Kelapa.
“Tadinya rencananya kita mau taruh di Parittiga satu, di Mentok juga mau kita tambah, mungkin di Kelapa juga rencananya. Karena harapan kita sebenarnya tiap kecamatan itu ada mobil damkar. Kalau terjadi kebakaran, repot kita kalau enggak ada mobil damkar,” tuturnya.
Selain itu, kendala utama dalam melacak kronologi adalah minimnya fasilitas kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian perkara.
“Saya sudah atensi setiap dinas, baik kantor bupati maupun semua dinas tuh harus ada CCTV. Mudah-mudahan tahun depan kalau keuangan mencukupi, mau kita pasang semua targetnya,” ucapnya.
Curiga Ada Sabotase
Selain faktor kelalaian intern petugas, Markus juga menduga ada motif kesengajaan dari pihak luar yang ingin merusak fasilitas milik publik tersebut.
“Mungkin ini seperti ada sabotase lah. Kita enggak tau siapa yang melakukan atau seperti apa,” jelasnya.
Kecurigaan itu didasari atas intensitas penertiban tambang ilegal di fasilitas umum yang gencar dilakukan oleh Satpol PP Bangka Barat belakangan ini.
“Tentunya ini baru dugaan, kecurigaan kita. Makanya ini enggak seharusnya terjadi. Petugas kita harus tetap jaga, stand by di sini, enggak boleh ditinggalkan seperti ini,” ujarnya.
Guna mengungkap kepastian motif tersebut, Markus telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat untuk mengusut tuntas perkara ini.
“Kami akan melaporkan ini ke Polres Bangka Barat, tentu akan diselidiki kenapa mobil damkar ini bisa sampai terbakar,” ucap Markus saat diwawancarai awak media.
Saat ini pihak kepolisian dari Polres Bangka Barat telah memasang garis polisi di tempat kejadian dan mulai memeriksa saksi-saksi terkait.
Proses pemadaman sisa api pada bodi truk tersebut dibantu oleh satu unit armada pemadam milik PT Timah karena bau hangus dan asap tipis masih sempat membubung.
Pemerintah daerah kini menyerahkan sepenuhnya pembuktian indikasi kejahatan ini kepada mekanisme penyelidikan formal kepolisian.
“Apakah ini benar-benar kecelakaan murni atau ada sabotase. Nanti kita serahkan lah ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya. (Bangkapos.com/ Arya Bima Mahendra)