Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebuah rumah semipermanen di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, ludes dilalap ‘si jago merah’ pada Minggu (12/7/2026) siang sekitar pukul 14.48 WIB.
Kebakaran yang terjadi pada siang hari itu tidak hanya menghanguskan rumah milik Yusri (58), tetapi juga merusak tiga rumah lain yang berada di sekelilingnya akibat jilatan api.
Meski menimbulkan kerugian material yang cukup besar, peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa karena rumah yang terbakar dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.
Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipa Herdani melalui Kapolsek Peudada, Iptu Iswahyudi, AMd, SPsi, didampingi Kasi Humas Polres Bireuen, AKP M Nasir, SH menjelaskan, bahwa kebakaran terjadi di kawasan permukiman yang berada di sebelah selatan Keude Peudada.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, peristiwa bermula ketika seorang warga yang melintas di lokasi melihat kepulan asap disertai kobaran api dari rumah milik Yusri.
Dalam waktu singkat, api semakin membesar dan mulai merambat ke bangunan lain yang berdiri berdekatan.
Melihat kondisi tersebut, warga segera meminta bantuan kepada personel Polsek Peudada dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bireuen.
Baca juga: Kronologi Lengkap Kebakaran Rumah Anggota BPK Haerul Saleh hingga Tewas Terjebak Api
Sejumlah anggota Polsek bersama warga, pemilik rumah, serta aparat lainnya, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu mobil pemadam tiba.
Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Kabupaten Bireuen tiba di lokasi.
Bersama personel Polsek Peudada, anggota Koramil Peudada, dan masyarakat, serta petugas berjibaku memadamkan api agar tidak menjalar lebih luas ke permukiman padat penduduk.
Upaya tersebut akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api.
Namun, rumah milik Yusri tidak dapat diselamatkan dan ludes terbakar.
Sementara itu, tiga rumah lain yang berada di sekitar lokasi mengalami kerusakan pada beberapa bagian akibat terkena panas dan jilatan api.
Rumah milik Rosmiati (66), yang dihuni tiga kepala keluarga dengan total tujuh jiwa mengalami kerusakan pada sebagian bangunan.
Kemudian rumah milik Azhar (44), seorang pekerja bengkel yang tinggal bersama istri dan empat anaknya, juga mengalami kerusakan pada bagian dinding samping.
Sedangkan rumah milik Ridwan (58), seorang petani yang tinggal bersama istri dan seorang cucunya, mengalami kerusakan pada bagian dapur.
Baca juga: Dramatis! Anak Kecil Diselamatkan Lewat Jendela Saat Rumah Terbakar di Lhokseumawe
Hingga kini, penyebab pasti munculnya api yang menghanguskan rumah Yusri masih belum diketahui.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber kebakaran.
"Munculnya api berasal dari rumah milik Yusri, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Peudada," kata AKP M Nasir mewakili Kapolres Bireuen.
Selain melakukan penyelidikan, Polsek Peudada juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meminta petugas PLN melakukan pemeriksaan terhadap jaringan listrik di sekitar lokasi, terutama untuk memastikan tidak ada kabel atau instalasi yang mengalami korsleting.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting mengingat salah satu kemungkinan penyebab kebakaran yang kerap terjadi di kawasan permukiman adalah gangguan pada instalasi listrik.
Namun demikian, polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum proses penyelidikan selesai.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sedangkan kerugian material akibat musibah tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Baca juga: Kebakaran Dahsyat di Peudada Ludeskan 1 Rumah dan Rusakkan 3 Bangunan Lain
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
Terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.
Dengan langkah pencegahan tersebut, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.(*)