Lebih dari 160.000 Pekerja Teknologi Di-PHK, AI Jadi Sorotan
Mursal Ismail July 12, 2026 11:03 PM

SERAMBINEWS.COM - Gelombang PHK di industri teknologi global terus berlangsung hingga memasuki paruh kedua 2026. 

Lebih dari 160.000 pekerja teknologi telah kehilangan pekerjaan di tengah perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi perkembangan AI.

Microsoft, Oracle, Meta, Cisco, Intuit, Cloudflare, Snap, dan Atlassian menjadi bagian dari perusahaan yang melakukan pengurangan tenaga kerja.

AI dinilai telah mengubah cara kerja, mengotomatisasi pekerjaan rutin, serta memengaruhi kebutuhan keterampilan dan jumlah posisi di sejumlah bidang.

Meski melakukan PHK, sejumlah perusahaan teknologi tetap mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat.

Penghematan dari restrukturisasi juga diarahkan untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan AI dan pembangunan pusat data.

Baca juga: VIDEO - Momen Prabowo Salami Kapolri dan Jaksa Agung di Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79

Kondisi ini menunjukkan AI telah menjadi mesin pertumbuhan sekaligus bagian dari alasan restrukturisasi organisasi.

Perubahan tersebut menandai transformasi besar dalam kebutuhan tenaga kerja industri teknologi global.

Dikutip dari Yahoo Tech, Minggu (12/7/2026), memasuki pertengahan 2026, lebih dari 160.000 pekerja di sektor teknologi telah kehilangan pekerjaan, seiring perusahaan-perusahaan besar mengubah strategi bisnis untuk mengakomodasi perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Microsoft menjadi perusahaan terbaru yang mengumumkan pengurangan tenaga kerja. Perusahaan itu memangkas sekitar 4.800 posisi atau sekitar 2,1 persen dari total karyawan globalnya.

Sebagian besar pemangkasan terjadi di divisi Xbox dan bisnis penjualan komersial.

Dalam penjelasan kepada karyawan, Executive Vice President sekaligus Chief People Officer Microsoft, Amy Coleman, menegaskan posisi yang dihapus tidak digantikan oleh AI.

Namun, ia mengakui AI telah mengubah cara pekerjaan dilakukan.

Baca juga: Kebakaran Dahsyat di Peudada Ludeskan 1 Rumah dan Rusakkan 3 Bangunan Lain

"AI mengubah cara kerja dilakukan," kata Coleman.

Menurut dia, AI mampu mengotomatisasi banyak pekerjaan rutin sehingga perusahaan perlu menyesuaikan struktur organisasi dan membangun tim yang lebih lincah.

Microsoft juga menyebut telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak PHK, termasuk menawarkan program pensiun sukarela yang diikuti lebih dari 30 persen karyawan yang memenuhi syarat, serta memindahkan sekitar 4.000 pekerja ke posisi baru dalam setahun terakhir.

AI Menjadi Bagian dari Restrukturisasi

Fenomena yang terjadi di Microsoft mencerminkan perubahan yang lebih luas di industri teknologi.

AI kini bukan hanya menjadi teknologi baru yang diadopsi perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari alasan restrukturisasi organisasi.

Mengutip TechCrunch, perusahaan-perusahaan teknologi mencatatkan pendapatan yang tetap tinggi, tetapi pada saat yang sama mengurangi jumlah karyawan sambil mengarahkan investasi ke pengembangan AI dan pembangunan pusat data (data center).

Data Layoffs.fyi yang dikutip TechCrunch menunjukkan sekitar 120.000 pekerjaan di sektor teknologi telah dipangkas sepanjang 2026.

Sementara itu, perusahaan penempatan tenaga kerja Challenger, Gray & Christmas mencatat Mei 2026 menjadi bulan dengan jumlah PHK teknologi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dengan AI menjadi alasan yang paling sering disebut perusahaan.

Jumlah pekerja teknologi yang terdampak PHK telah melampaui 160.000 orang hingga awal Juli 2026.

Gelombang tersebut melibatkan perusahaan perangkat lunak, produsen perangkat keras, media sosial, hingga perusahaan otomotif yang sedang mempercepat transformasi digital berbasis AI.

Oracle Catat Angka PHK Terbesar

Di antara perusahaan teknologi, Oracle menjadi perusahaan dengan jumlah pengurangan tenaga kerja terbesar.

Berdasarkan laporan tahunan yang diajukan perusahaan pada Juni 2026, Oracle memangkas sekitar 21.000 pekerjaan dalam kurun 12 bulan atau sekitar 13 persen dari total tenaga kerjanya.

Dalam dokumen regulasi tersebut, Oracle menyatakan bahwa adopsi dan implementasi teknologi AI di berbagai operasi perusahaan telah dan kemungkinan akan terus menyebabkan pengurangan tenaga kerja.

Pemangkasan tersebut berlangsung ketika Oracle membukukan laba bersih kuartalan sebesar 3,7 miliar dollar AS atau meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai remaining performance obligations perusahaan juga melonjak 325 persen menjadi 553 miliar dollar AS, sementara sebagian penghematan biaya diarahkan untuk investasi pusat data AI.

Meta Hingga Cisco Juga Melakukan Efisiensi

Meta juga termasuk perusahaan yang melakukan pengurangan karyawan dalam jumlah besar.

Pada Mei 2026, perusahaan induk Facebook dan Instagram itu memangkas sekitar 8.000 pekerja atau sekitar 10 persen tenaga kerjanya.

Disaat yang sama, sekitar 7.000 pegawai dipindahkan ke posisi yang berfokus pada AI.

Chief Executive Officer Meta, Mark Zuckerberg, mengatakan langkah tersebut diperlukan karena "kesuksesan bukanlah sesuatu yang pasti" dalam persaingan AI.

Cisco juga memangkas hampir 4.000 pekerjaan atau sekitar 5 persen tenaga kerjanya meski membukukan laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar.

Direktur Keuangan Cisco, Mark Patterson, mengatakan restrukturisasi tersebut bukan semata-mata untuk menghemat biaya.

"Ini sebenarnya bukanlah restrukturisasi yang didorong oleh penghematan," tutur Patterson.

Menurut dia, perusahaan sedang menyelaraskan kembali sumber daya menuju pengembangan silikon, optik, keamanan siber, dan AI.

Restrukturisasi Terjadi di Berbagai Perusahaan

Perubahan strategi serupa juga terlihat di sejumlah perusahaan teknologi lainnya.

Intuit mengumumkan PHK sekitar 3.000 pekerjaan atau sekitar 17 persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi untuk mengurangi kompleksitas organisasi dan mengalihkan sumber daya ke AI.

CEO Intuit, Sasan Goodarzi, mengatakan perusahaan menyederhanakan struktur agar dapat menghasilkan produk yang lebih baik.

Cloudflare memangkas sekitar 1.100 karyawan atau sekitar 20 persen tenaga kerjanya.

CEO Matthew Prince menyebut sebagian besar posisi yang dihapus berasal dari fungsi manajemen menengah, keuangan, hukum, audit internal, dan pengakuan pendapatan.

Snap juga memangkas sekitar 1.000 karyawan atau sekitar 16 persen tenaga kerja globalnya.

Dalam memo kepada karyawan yang juga disampaikan kepada regulator Amerika Serikat, CEO Evan Spiegel mengatakan kemajuan pesat AI memungkinkan tim perusahaan mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitif, meningkatkan kecepatan kerja, serta memberikan dukungan yang lebih baik kepada komunitas, mitra, dan pengiklan.

Atlassian turut mengurangi sekitar 1.600 pekerjaan atau sekitar 10 persen tenaga kerjanya.

CEO Atlassian, Mike Cannon-Brookes, mengatakan perusahaan tidak memandang AI sebagai pengganti manusia.

"Pendekatan kami bukanlah 'AI menggantikan manusia'," sebut dia.

Namun, ia juga mengatakan akan tidak jujur apabila perusahaan mengabaikan AI telah mengubah kebutuhan keterampilan dan jumlah posisi yang dibutuhkan pada sejumlah bidang pekerjaan.

Investasi AI Terus Meningkat

Meski mengurangi jumlah pekerja, perusahaan-perusahaan teknologi justru meningkatkan belanja untuk pengembangan AI.

Microsoft terus memperbesar investasi AI di tengah penyesuaian jumlah tenaga kerja.

Oracle mengalihkan penghematan biaya untuk pembangunan pusat data AI.

Sementara Meta terus memperluas pengembangan teknologi AI dan mengisi berbagai posisi baru yang berkaitan dengan bidang tersebut.

Kondisi tersebut menciptakan fenomena baru di industri teknologi.

Sejumlah perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, tetapi secara bersamaan memangkas tenaga kerja sambil menjadikan AI sebagai mesin pertumbuhan sekaligus salah satu alasan restrukturisasi organisasi.

Gelombang PHK masih terus berlangsung hingga memasuki paruh kedua 2026.

Daftar perusahaan yang melakukan pengurangan karyawan terus bertambah, mulai dari Microsoft, Oracle, Meta, Cisco, Intuit, IBM, Dell, Snap, Cloudflare, Atlassian, General Motors, hingga sejumlah perusahaan teknologi lainnya yang tengah menyesuaikan strategi bisnis di era AI. (*)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/07/12/200000826/lebih-dari-160.000-pekerja-teknologi-kena-phk-pada-2026-ai-jadi-sorotan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.