Baca juga: Sosok Bripka Seladi, Polisi yang Nyambi Jadi Pemulung, 16 Tahun Hindari Sogokan Meski Banyak Utang
SRIPOKU.COM, LAHAT - Di tengah cuaca terik dan aroma bau busuk yang menyengat, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., melakukan aksi turun lapangan dengan menyambangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Minggu (12/7/2026). Kunjungan ini dilakukan guna menyerap aspirasi sekaligus memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sektor informal.
Widia Ningsih tampak berdialog secara akrab dan membaur tanpa sekat bersama puluhan pemulung yang sedang bekerja.
Ia mendengarkan dengan saksama setiap keluh kesah para pekerja mengenai beratnya tantangan ekonomi yang harus mereka hadapi demi menyambung hidup keluarga.
"Kunjungan ini adalah pengingat bagi kami di jajaran pemerintahan bahwa di setiap jengkal wilayah Kabupaten Lahat, ada masyarakat yang sedang berjuang keras. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi getirnya kehidupan," ujar Widia di sela-sela perbincangannya dengan warga.
Lebih dari sekadar menyapa, kunjungan ini menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat untuk merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan para pekerja informal.
Menurut Widia, pemerintah berkomitmen untuk hadir sebagai penyedia solusi agar taraf hidup masyarakat, termasuk mereka yang menggantungkan hidup di area TPA, dapat meningkat lebih sejahtera.
Ia juga menegaskan bahwa visi pelayanan publik Pemkab Lahat adalah hadir bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Langkah melalui dialog langsung ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi program-program pendampingan sosial serta bantuan ekonomi yang lebih konkret dan berkelanjutan di masa depan.
Bagi para warga di sekitar TPA, kehadiran seorang Wakil Bupati di tengah tumpukan sampah menjadi harapan tersendiri.
Baca juga: Anak tak Bisa Dibeli Dengan Uang, Perjuangan Pemulung Usai Putrinya Dirudapaksa Oknum Polisi
Muncul optimisme baru bahwa perhatian pemerintah akan berlanjut pada program nyata berupa perbaikan nasib dan pemenuhan hak-hak dasar yang lebih bermartabat bagi mereka.
"Pemerintah akan terus berupaya hadir, melayani, dan memperjuangkan hak serta kesejahteraan masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga kita yang tertinggal dalam gerak laju pembangunan daerah," pungkas Widia.