SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Liburnya operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah masih membawa dampak terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Berkurangnya permintaan bahan pangan untuk kebutuhan program tersebut dan belum beroperasinya MBG diduga menjadi penyebab harga beberapa komoditas seperti telur, daging ayam, dan sayuran mengalami penurunan.
Turunnya kebutuhan pokok di positif kalangan ibu rumah tangga yang selama beberapa bulan terakhir harus menyesuaikan pengeluaran akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Karena ketika Program MBG berjalan secara aktif, kebutuhan bahan pangan di Kota Lubuklinggau meningkat cukup signifikan.
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan cukup terasa adalah telur ayam.
Baca juga: Ringankan Beban Korban Kebakaran di Jayaloka, Polres Musi Rawas Salurkan Bantuan Sembako
Bila sebelumnya harga telur sempat berada di kisaran Rp50 ribu per karpet kini turun menjadi Rp45 ribu per karpet.
Sementara harga ayam potong juga mengalami penurunan cukup signifikan, biasanya per kilo Rp36 ribu kini turun menjadi Rp32 ribu per kilogram.
Lili (50), salah satu pengunjung pasar mengungkapkan, sudah merasakan perubahan harga saat berbelanja di pasar tradisional dalam beberapa pekan terakhir.
"Alhamdulillah sekarang harga telur maupun daging ayam kini jauh lebih murah dibandingkan ketika Program MBG masih berjalan," kata Lili kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
"Saya senang sekali sekarang harganya kembali normal. Selama ini terasa cukup berat karena harga telur dan ayam sempat naik lumayan tinggi.
Sekarang karena programnya libur sementara, harga telur yang semula sekitar Rp28 ribuan turun menjadi sekitar Rp23 ribuan," lanjutnya
Hal senada Marni (40), seorang ibu rumah tangga lainnya. Ia mengatakan, penurunan harga bahan pokok memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan keluarga.
"Sekarang pengeluaran menjadi lebih ringan karena harga sekarang kembali jauh lebih normal," ungkapnya.
Baca juga: Harga Sembako di Kayuagung OKI Anjlok Dua Pekan Terakhir, Imbas Program MBG Dihentikan Sementara
Meski selisih harga terlihat tidak terlalu besar, perubahan tersebut sangat membantu masyarakat yang setiap hari harus memenuhi kebutuhan dapurnya.
“Mudah-mudahan nanti ketika Program MBG berjalan lagi, pasokan tetap mencukupi sehingga harga tidak kembali melonjak," katanya.
Sementara, para pedagang pasar juga merasakan perubahan pola permintaan setelah Program MBG memasuki masa libur sekolah.
Mereka menilai penurunan permintaan membuat stok barang menjadi lebih seimbang sehingga harga jual kepada konsumen kembali stabil.
"Harapannya pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan Program MBG dengan kebutuhan masyarakat umum, sehingga daya beli masyarakat stabil," ujar Dodi, pedagang.