SRIPOKU.COM - Timnas Inggris melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Norwegia 2-1.
Kemenangan The Three Lions harus ditentukan di babak perpanjangan waktu lewat gol kedua Jude Bellingham.
Negeri Ratu Elizabeth kini menanti laga melawan salah satu musuh bebuyutan mereka di Piala Dunia, Argentina.
Kapten Inggris, Harry Kane, mengaku suasana ruang ganti timnya tidak kondusif meski menang atas Norwegia.
Pemain Bayern Muenchen itu mengakui, ia dan rekan-rekannya tidak tampil terlalu bagus selama menghadapi Norwegia.
Kondisi itulah yang membuat pelatih Thomas Tuchel marah.
Kane mengaku bahwa pelatih tidak senang dengan kinerja tim selama pertandingan.
Bagi pria 33 tahun ini, ungkapan kekesalan sang pelatih menjadi suntikan motivasi menghadapi lawan di semifinal.
“Di satu sisi, itu hal yang baik. Jika kami berada di semifinal Piala Dunia dan mengetahui kami masih dapat meningkatkan dan menemukan level lain, kami harus menganggapnya positif.
Kami bisa lebih baik dengan bola dalam penguasaan. Kami memiliki beberapa pertandingan besar di depan," kata striker yang sudah mencetak enam gol di Piala Dunia 2026 ini, dikutip Sripoku.com dari situs resmi timnas Inggris pada Minggu (12/7/2026).
Di lain pihak, timnas Argentina langsung mengalihkan fokus ke babak semifinal setelah menaklukkan Swiss 3-1.
Dalam wawancaranya setelah pertandingan, Lionel Scaloni tidak henti memuji semangat pantang menyerah yang diperlihatkan anak asuhnya.
“Ini berkat para pemain. Tanpa pemain yang kami miliki, itu akan sangat sulit. Tim selalu mencoba sampai akhir. Itu bisa diselamatkan," katanya, dikutip dari situs resmi timnas Argentina.
Pria yang membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 ini menegaskan, ia dan para pemain akan siap mati-matian untuk menghadapi babak semifinal.
"Dengan tetes keringat terakhir kita akan berjuang untuk segalanya," katanya.
Baca juga: Tragedi Selain Tangan Tuhan Hantui Inggris Lawan Argentina, Messi Sial: Dia Buta Kekuatan Lawan
Meski baru pertama melatih timnas, Thomas Tuchel dinilai berhasil mengubah Inggris, terutama secara mental.
Pecinta sepak bola di Palembang yang hadir dalam podcast Selebrasi Lokal 2026 menilai, Inggris menunjukkan mentalitas petarung yang kuat meskipun sempat kesulitan di babak-babak sebelumnya.
Hal ini tidak lepas dari peran seorang Tuchel.
Meskipun taktik parkir bus atau pertahanan dalam yang diterapkan Tuchel sering dikritik, strategi ini dinilai efektif untuk meredam lawan dan mengamankan hasil.
"Dia juga bisa membaca situasi dengan baik selama pertandingan. Buktinya, ia tidak ragu mengganti pemain yang selama ini menjadi kunci permainan tim," katanya.
Simak Analisa Selengkapnya di Sini: