Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang menyumbat saluran irigasi di Gampong Tengah Baru, Kecamatan Labuhanhaji.
Menindaklanjuti instruksi Bupati Aceh Selatan Mirwan, MS, alat berat jenis ekskavator atau beko mulai dikerahkan, Minggu (12/7/2026) untuk melakukan normalisasi saluran yang selama ini tersumbat.
Langkah cepat tersebut dilakukan setelah Bupati Mirwan meninjau langsung lokasi dan memastikan penanganan segera dilaksanakan.
Penyumbatan saluran irigasi tidak hanya menghambat aliran air menuju areal persawahan masyarakat.
Tetapi juga menyebabkan air meluap hingga membawa sampah ke badan dan tepi Jalan Nasional yang melintasi kawasan tersebut.
Gerak cepat penanganan ini tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan Camat Labuhanhaji, Anhar, yang segera melaporkan kondisi di lapangan kepada Bupati sehingga proses penanganan dapat segera direalisasikan.
Baca juga: Ahmad Doli Sarankan Mualem dan Ketua DPRA Temui Presiden agar Dana Otsus 2,5 Persen Berlaku 2027
Sebelumnya, Bupati Mirwan bersama Camat Labuhanhaji turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi saluran irigasi yang dipenuhi sampah, lumpur, dan sedimentasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar petani terhadap pasokan air irigasi.
Camat Labuhanhaji, Anhar, mengatakan proses pembersihan saat ini masih terus berlangsung dengan fokus membuka kembali aliran air agar dapat mengalir normal menuju lahan pertanian masyarakat.
"Alat berat saat ini sedang bekerja mengangkat sampah, lumpur, dan endapan yang selama ini menyumbat saluran.
Target utama kami adalah mengembalikan fungsi irigasi sehingga air bisa mengalir lancar ke sawah-sawah masyarakat," ujar Anhar.
Menurutnya, saluran irigasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas pertanian di Kecamatan Labuhanhaji.
Baca juga: Bangunan Kopdes Merah Putih Dikritik Arsitek, Desain Seragam Dinilai Abaikan Potensi Desa
Selama saluran tersumbat, distribusi air ke areal persawahan menjadi tidak maksimal dan berpotensi mengganggu musim tanam apabila tidak segera ditangani.
Selain untuk memenuhi kebutuhan air pertanian, normalisasi saluran juga bertujuan mengembalikan fungsi drainase sehingga mampu mengalirkan air dengan baik dan mengurangi genangan di sekitar jalan maupun kawasan permukiman.
"Ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi menjaga kelancaran sistem irigasi yang menjadi penopang produksi pertanian masyarakat.
Jika saluran berfungsi dengan baik, petani memperoleh pasokan air yang cukup, sementara lingkungan juga menjadi lebih bersih dan sehat," jelasnya.
Anhar turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran irigasi maupun drainase.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah melakukan normalisasi harus diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah di Peudada, Minta PLN Periksa Jaringan Listrik
"Kami berharap masyarakat ikut menjaga saluran yang sudah dibersihkan.
Jangan membuang sampah sembarangan karena dampaknya bukan hanya menyumbat aliran air, tetapi juga merugikan petani, menimbulkan genangan, bahkan mengganggu kebersihan di sepanjang jalan nasional," pungkasnya. (*)