Gelandang tim nasional Inggris kini tidak lagi berada di ambang skorsing menjelang babak semifinal Piala Dunia.
Jude Bellingham mengungkapkan percakapan yang ia lakukan dengan ibunya, Denise, yang bisa berpengaruh besar terhadap perjalanan Inggris di Piala Dunia.
Bellingham mencetak dua gol pada hari Sabtu ketika Inggris mengalahkan Norwegia 2-1 melalui perpanjangan waktu untuk melaju ke semifinal Piala Dunia, di mana mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina di Atlanta pada hari Rabu.
Pemain bintang Real Madrid itu merupakan salah satu dari empat pemain Inggris yang harus berhati-hati agar tidak terkena skorsing selama pertandingan melawan Norwegia.
Jika salah satu dari Bellingham, Nico O’Reilly, Marc Guehi, atau Declan Rice mendapat kartu kuning dalam laga perempat final tersebut, mereka akan absen di semifinal.
Namun, satu-satunya pemain yang menerima kartu kuning selama 120 menit pertandingan adalah Kristoffer Ajer dari Norwegia, sehingga Inggris berhasil menjaga catatan disiplin yang sempurna. Keempat pemain yang sebelumnya berisiko terkena skorsing kini terbebas dari ancaman tersebut, yang berarti semuanya, termasuk Bellingham, bisa tampil di semifinal.
“Ibu saya sudah mengingatkan saya sepanjang minggu untuk menjaga ucapan, hati-hati saat melakukan tekel, menjaga ekspresi wajah, dan mengendalikan emosi,” ujar Bellingham setelah pertandingan.
“Saya rasa ia benar-benar menanamkan hal itu dalam diri saya sepanjang minggu agar saya berhati-hati terhadap kartu kuning,” tambahnya.
“Dan saya harus memberi pujian kepada wasit [Clement Turpin]. Dia luar biasa. Dia masih memberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan cara yang penuh hormat. Banyak wasit yang tidak membiarkan hal itu terjadi.”
“Jadi menurut saya, ketika saya bisa menemukan keseimbangan yang tepat dan ada wasit yang bersedia mendengarkan, semuanya menjadi jauh lebih mudah. Pada akhirnya, itu adalah pertandingan sepak bola yang berlangsung sangat kompetitif, dan saya beruntung bisa melewatinya.”