Pelatih AC Milan Amorim Bidik Mazraoui sebagai Target Ketiga dari Manchester United di Bursa Transfer Ini
Agus Firmansyah July 13, 2026 01:58 AM

Ruben Amorim kembali membidik salah satu mantan pemainnya di Manchester United. Pelatih baru AC Milan itu dikabarkan mengagumi Noussair Mazraoui setelah penampilan bek kanan tersebut bersama tim nasional Maroko di Piala Dunia 2026.

Minat tersebut dilaporkan oleh jurnalis Matteo Moretto, yang menegaskan bahwa kekaguman Amorim itu belum berujung pada langkah konkret – belum ada negosiasi yang berlangsung maupun kontak langsung antara kedua klub.

“Noussair Mazraoui adalah salah satu pemain favorit Amorim. Saat ini belum ada pembicaraan resmi, tidak ada kontak langsung antara klub. Namun yang bisa saya katakan adalah Mazraoui, yang berusia 28 tahun dan memiliki kontrak hingga 2028 dengan opsi perpanjangan, merupakan pemain yang sangat dihargai oleh Amorim. Kita lihat saja apakah Milan akan menjadikannya target pada akhir bursa nanti. Untuk saat ini, saya hanya bisa memastikan bahwa sang pelatih mengagumi kualitas Mazraoui,” ujar Matteo Moretto.

Ini menjadi pemain ketiga dari Manchester United yang masuk dalam radar Amorim sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan di AC Milan. Manuel Ugarte menjadi target pertama, dengan rencana reuni yang tampak logis mengingat keduanya pernah bekerja sama di Sporting CP dan Old Trafford – namun rencana itu batal setelah Ugarte mengalami cedera di Piala Dunia. Setelah itu, Amorim mengalihkan perhatiannya kepada Amad, namun Michael Carrick segera menolak kemungkinan tersebut, sementara Amad sendiri tidak tertarik untuk kembali ke Italia.

Nama terbaru yang muncul dalam daftar tersebut adalah Mazraoui. Pemain asal Maroko itu bergabung dengan Manchester United dari Bayern München pada Agustus 2024 dan menandatangani kontrak hingga Juni 2028, dengan opsi perpanjangan satu tahun – kesepakatan yang memberi INEOS posisi tawar yang kuat dalam setiap negosiasi.

Dari sudut pandang manajemen skuad, nilai Mazraoui bagi United cukup jelas. Penampilannya bersama Maroko di Piala Dunia menegaskan kemampuannya bermain di posisi bek kiri selain peran utamanya sebagai bek kanan – kemampuan yang sangat berguna untuk menutupi absennya Luke Shaw dalam empat kompetisi musim ini.

Sumber utama juga menambahkan bahwa satu-satunya kemungkinan realistis bagi Mazraoui untuk hengkang adalah jika INEOS memutuskan untuk memperkuat posisi full-back, dengan rumor ketertarikan terhadap Julian Ryerson dari Borussia Dortmund yang masih berlanjut di latar belakang. Sampai keputusan tersebut dibuat, Mazraoui memiliki alasan kuat untuk bertahan, dan United pun memiliki alasan yang sama untuk mempertahankannya.

Kekaguman Amorim terhadap Mazraoui sudah tercatat dengan jelas. Pertanyaannya kini, apakah AC Milan akan berani menguji tekad INEOS dengan mengajukan tawaran resmi sebelum bursa transfer berakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.