TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Lonjakan wisatawan saat musim libur sekolah tak hanya menjadi berkah bagi pengelola Curug Genting di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Kondisi tersebut juga menjadi ujian kesiapan destinasi wisata alam tersebut dalam menjamin keselamatan pengunjung.
Di tengah meningkatnya jumlah wisatawan hingga lebih dari tiga kali lipat dibanding hari biasa, pengelola justru memprioritaskan penguatan sistem mitigasi bencana sebagai daya tarik sekaligus bentuk pelayanan.
Selama masa liburan sekolah, Curug Genting mencatat rata-rata sekitar 100 wisatawan datang setiap hari.
Angka itu meningkat signifikan dibandingkan hari normal yang berkisar 30 pengunjung per hari.
Mayoritas wisatawan berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Batang dan sekitarnya, mulai dari kalangan pelajar, komunitas, hingga keluarga yang memanfaatkan momen liburan untuk menikmati kesejukan alam pegunungan.
Pengelola Curug Genting, Muklis Efendi, mengatakan tingginya kunjungan tidak lepas dari berbagai pembenahan yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Selain mempercantik kawasan wisata, pihaknya juga memfokuskan perhatian pada aspek keamanan mengingat Curug Genting berada di kawasan pegunungan yang memiliki potensi banjir bandang ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu.
"Kalau saat liburan sekolah bisa mencapai sekitar 100 pengunjung per hari. Hari biasa sekitar 30 orang. Kami bersyukur kunjungan terus meningkat, tetapi yang paling kami utamakan adalah keselamatan pengunjung," kata Muklis, Minggu (12/07/2026).
Menurut Muklis, jalur menuju air terjun kini jauh lebih aman setelah dilakukan pembangunan ulang anak tangga yang sebelumnya rusak.
Pengelola juga memasang pagar pembatas atau railing di sepanjang lintasan menuju dasar curug sehingga wisatawan lebih nyaman dan aman saat turun maupun kembali naik.
Namun, pembenahan fisik bukan satu-satunya upaya yang dilakukan.
Pengelola membangun sistem mitigasi bencana yang melibatkan masyarakat di kawasan hulu sungai.
Warga setempat berperan sebagai pemantau cuaca dan akan segera memberikan informasi apabila terjadi hujan deras yang berpotensi meningkatkan debit air di kawasan air terjun.
Selain mengandalkan pemantauan langsung dari warga, pengelola juga memanfaatkan aplikasi prakiraan cuaca serta alarm peringatan dini untuk mendeteksi potensi banjir.
Apabila muncul indikasi kondisi berbahaya, seluruh pengunjung akan segera diarahkan meninggalkan area air terjun menuju lokasi yang lebih aman.
"Kami bekerja sama dengan warga di atas untuk memantau kondisi cuaca. Kalau hujan deras di hulu, kami langsung mendapat informasi. Kami juga memakai aplikasi cuaca dan alarm peringatan. Jika ada potensi banjir, pengunjung segera kami evakuasi," jelasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola agar wisata alam tidak hanya menawarkan panorama yang indah, tetapi juga memberikan rasa aman bagi setiap pengunjung.
Terlebih, wisata berbasis alam memiliki risiko yang harus diantisipasi secara serius, terutama saat musim hujan atau cuaca yang tidak menentu.
Di sisi lain, Curug Genting tetap menjadi pilihan wisata keluarga karena menawarkan biaya yang relatif terjangkau.
Pengunjung hanya dikenai tiket masuk Rp 5.000 per orang dengan tarif parkir sepeda motor Rp 2.000.
Sejumlah warung makan dan minuman yang dikelola warga juga turut menopang kenyamanan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Meski jumlah wisatawan terus meningkat, Muklis menilai masih ada pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian pemerintah, yakni peningkatan akses jalan menuju lokasi wisata.
Saat ini, ruas jalan menuju Curug Genting dinilai masih sempit sehingga menyulitkan kendaraan, terutama ketika arus wisatawan sedang padat.
Dengan meningkatnya kunjungan, fasilitas yang semakin memadai, serta sistem mitigasi bencana yang terus diperkuat,
Curug Genting tidak hanya menawarkan pesona air terjun di lereng pegunungan Batang, tetapi juga menunjukkan bahwa pengelolaan wisata alam harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan terhadap keselamatan pengunjung.
Pendekatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat citra Curug Genting sebagai destinasi wisata unggulan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
"Kami berharap akses jalan menuju Curug Genting bisa diperlebar agar kendaraan lebih mudah berpapasan dan wisatawan semakin nyaman datang ke sini," tutupnya. (Tito Isna Utama)