TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang tahun ajaran baru, aktivitas jual beli seragam sekolah di Pasar Johar meningkat.
Pembeli tidak hanya berasal dari Kota Semarang, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Lorong-lorong kios di Pasar Johar, Minggu (12/7/2026) kemarin, dipadati orang tua yang datang mencari kebutuhan sekolah dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Salah satunya Mustofa Kamal, warga Gringsing, Kabupaten Batang, yang sengaja datang ke Pasar Johar untuk membeli seragam bagi kedua anaknya yang akan memasuki kelas III Madrasah Ibtidaiah (MI).
"Pas kebetulan lagi ke saudara terus ingat. Besok (hari ini—Red) sudah mulai masuk sekolah, jadi saya ke Johar karena pilihannya lengkap, kualitasnya bagus, dan harganya lebih ekonomis," kata Mustofa kepada Tribun Jateng.
Menurut Mustofa, kebutuhan seragam sekolah hampir selalu muncul setiap tahun karena anak-anak terus bertumbuh sehingga ukuran pakaian lama sudah tidak lagi muat.
Ia menilai, Pasar Johar masih menjadi pilihan terbaik karena menyediakan berbagai model dan ukuran seragam dengan harga yang lebih bersaing dibandingkan toko di daerahnya.
"Harapannya harga seragam tetap terjangkau. Setiap tahun pasti ada pengeluaran untuk beli seragam karena anak cepat besar. Kalau bisa dapat kualitas yang bagus dengan harga murah tentu sangat membantu orang tua," ujarnya.
Senada, Mardiana, warga Gunungpati, Kota Semarang, memilih berburu seragam sekolah di Pasar Johar menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Untuk memenuhi kebutuhan anak perempuannya, ia membeli tiga bawahan dan satu atasan dengan total sekitar Rp 300 ribu.
Menurut Mardiana, membeli seragam di Pasar Johar lebih menghemat pengeluaran dibandingkan membeli seluruh kebutuhan melalui sekolah.
Selain harganya lebih terjangkau, kualitas bahan yang dijual di pasar juga dinilainya cukup baik.
"Seragam umum seperti putih biru dan pramuka saya beli di sini. Kalau batik dan olahraga tetap beli dari sekolah karena memang khusus," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk anaknya yang bersekolah di SMP swasta, seragam umum dibeli di Pasar Johar, sedangkan seragam batik dan olahraga mengikuti ketentuan sekolah.
Sementara untuk anaknya yang bersekolah di sekolah negeri, ia juga membeli seragam merah putih dan pramuka di pasar, sedangkan seragam batik dan olahraga tetap dibeli dari sekolah.
Berkah
Meningkatnya aktivitas belanja menjelang hari pertama masuk sekolah menunjukkan bahwa Pasar Johar masih menjadi salah satu pusat perbelanjaan seragam sekolah favorit di Jawa Tengah.
Harga yang kompetitif, pilihan produk yang beragam, serta kualitas bahan yang dinilai baik menjadi alasan masyarakat tetap datang berburu kebutuhan sekolah di pasar tradisional tersebut.
Bagi pedagang, musim tahun ajaran baru ini merupakan berkah.
Sri Hidayati, pengelola toko Seragam Barokah di Pasar Johar, mengatakan, penjualan seragam sekolah di tokonya meningkat sekitar 25 persen sejak awal masa libur sekolah dibandingkan hari biasa.
"Ramai terus, alhamdulillah, dari awal liburan sampai ini, karena besok kan sudah mulai sekolah, rata-rata cari yang bawahan dan baju OSIS," tuturnya.
Ia menuturkan, seragam yang paling banyak dicari orang tua adalah seragam standar sekolah, seperti kemeja putih dan bawahan sesuai jenjang pendidikan.
Selain itu, seragam pramuka juga mulai banyak diburu menjelang hari pertama masuk sekolah.
Sri berharap, jumlah pembeli terus meningkat hingga seluruh sekolah kembali aktif menggelar kegiatan belajar mengajar sehingga momentum tahun ajaran baru dapat mendongkrak omzet para pedagang seragam di Pasar Johar. (Rezanda Akbar D)