Komedian Temon Meninggal Serangan Jantung, Punya Riwayat Hipertensi
GH News July 13, 2026 09:08 AM
Jakarta -

Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal dengan 'Temon' meninggal karena serangan jantung pada Minggu (12/7) pukul 08.42 WIB. Sebelumnya, Temon memang diketahui memiliki hipertensi atau darah tinggi.

Kepergian Temon menjadi 'pukulan' bagi keluarga yang ditinggalkan. Seperti yang dirasakan oleh Rambu, putri kelima dari sang komedian. Menurutnya, sang ayah adalah sosok yang kuat dan jarang mengeluhkan sakitnya.

"Kadang sih dengernya ditahan sih. Jadi yang sering ngurus Papa kan ada kakak sama abang kan. Jadi saya kurang tahu detailnya kayak gimana, cuma sering dikabarin update-annya saja gimana, terus sering nanya kabar gitu. Kalau ngeluh ke saya sih enggak. Kayak di depan saya kayak ya sudah kuat gitu," kata Rambu di rumah duka kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).

Rambu menambahkan bahwa memendam rasa sakit memang sudah menjadi kebiasaan Temon. Menurutnya, sang ayah sama sekali tak pernah mengeluh tentang kondisinya.

"Enggak, Papa tuh enggak pernah ngeluh kalau sakit. Sering dipendam," tuturnya.

Hipertensi dan Serangan Jantung

Tekanan darah tinggi atau hipertensi memang dikenal sebagai penyebab utama dari serangan jantung. Kondisi ini sering disebut 'silent killer' karena memang tanpa keluhan.

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi saat aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat secara drastis. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di arteri jantung (koroner).

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg pada lebih dari 1(satu) kali kunjungan.

Hipertensi, jika tidak dikontrol, dapat mempengaruhi kerja jantung dan organ utama tubuh lainnya, termasuk ginjal dan otak.

Dikutip dari , kerusakan organ-organ seperti jantung, otak, dan ginjal karena darah tinggi seringkali tidak disadari. Kondisi biasanya akan parah ketika gejala-gejala mulai muncul.

"Bukan kematian mendadak yang membuat tekanan darah tinggi berbahaya; melainkan kerusakan yang terjadi seiring waktu. Sebelum serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal, tubuh hampir selalu mengirimkan sinyal-sinyal kecil," kata kardiolog dari Amrita Hospital, dr Ashish Kumar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.