Dini Hari Tadi, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Km
Hari Susmayanti July 13, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran pada Senin (13/7/2026) di hari tadi.

Luncuran awan panas guguran mengarah ke Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

"Teramati 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2000 meter,"tulis dalam laporan harian di laman magma.esdm.go.id.

Sementara dalam pengamatan selama enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi juga meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 19 kali ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Sementara itu aktivitas kegempaan di dalam perut Gunung terpantau masih cukup tinggi.

Tercatat 1 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 19 mm dan lama gempa 109.99 detik.

Kemudian 30 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-41 mm dan lama gempa 40.05-189.67 detik.

Serta 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-27 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 13.82-61.42 detik.

Secara visual, puncak gunung terlihat jelas. Asap kawah nihil. Cuaca cerah, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 15.1-16.9°C. Kelembaban 72-78.3 persen. Tekanan udara 874.3-918.3 mmHg.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Senin 13 Juli 2026

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III atau siaga.

BPPTKG merekomendasikan sejumlah hal bagi masyarakat yang melaksanakan aktifitas di sekitar Gunung Merapi.

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.