TRIBUNNEWS.COM - Ruben Onsu akhirnya buka suara soal pembatalan pertemuan yang seharusnya digelar 11 Juli 2026 lalu yang dilakukan Sarwendah.
Pertemuan 11 Juli awalnya dilakukan untuk memediasi konflik terkait nafkah, hak asuh anak hingga aset pasca-cerai antara mantan pasangan suami istri itu.
Namun, setelah Ruben resmi mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026 lalu.
Gugatan bernomor perkara 756/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel ditempuh Ruben agar permasalahan antara dirinya dan Sarwendah bisa diselesaikan secara hukum.
Disinggung terkait sikap Sarwendah membatalkan pertemuan 11 Juli, Ruben memilih mengikuti kuasa hukumnya.
"Kalau aku, semua sudah diserahkan ke Bang Minola. Mungkin pembicaraan itu lebih enaknya ke Bang Minola," kata Ruben, Minggu (13/7/2026).
Saat ditanya soal persiapan menghadapi Sarwendah, Ruben justru berkelakar.
"Iya, persiapannya mungkin enggak ada persiapan, kan enggak mau olahraga ya," cetusnya.
Kendati demikian, ayah tiga anak ini berharap yang terbaik.
"Jadi yang saya lakukan mudah-mudahan diijabah Allah gitu. Allah pasti tahu yang terbaik. Makanya kalau aku sama seperti orang tua lainnya," tandas Ruben.
"Kalau ada sudut pandang yang melihat ini adalah sebuah hal buruk, ya buruklah gitu. Tapi kalau mereka akan mengerti, paham artinya, ya mereka akan mengerti dan paham," jelas presenter 42 tahun tersebut.
Baca juga: Jordi Onsu Ancam Bongkar Aib, Ruben Onsu Peringatkan sang Adik: Lu Tetap Adik Gue
Di momen itu, Ruben enggan membeberkan siapa saja yang akan bersaksi dari pihaknya.
"Ya ada semuanya ya. Pokonya nanti insyaAllah mudah-mudahan bisa berjalan gitu. Karena bukan kapasitas saya untuk ngomong," pungkasnya.
Sebelumnya, Ruben dan Sarwendah sempat saling menyepakati pertemuan pada 11 Juli.
Pertemuan itu guna membahas perihal pembagian jadwal bertemu anak hingga nafkah anak.
Ruben menginginkan bertemu dan berkumpul bersama anak 2-3 kali dalam seminggu, sesuai dengan akta kesepakatan pasca-cerai.
Namun setelah dua tahun berselang pasca-perceraian, kesepakatan itu tidak pernah terealisasikan.
Ruben merasa selalu dipersulit untuk menemui dua putrinya yang kini berusia 11 dan tujuh tahun itu.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, presenter yang baru saja pulang dari beribadah umrah ini, menilai tidak ada gunanya untuk kembali bertemu dan berunding dengan pihak Sarwendah.
Pihak Ruben curiga kesepakatan itu nantinya akan kembali dilanggar, hingga membuatnya kembali kesulitan menemui anaknya.
"Saya selalu bilang, apa masih diperlukan join meeting ini?" tanya Minola, dalam jumpa persnya, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Sarwendah Punya Fakta Penting yang Baru Akan Dibuka saat Sidang Gugatan Hak Asuh Ruben Onsu
"Apalagi join meeting ini membahas hal-hal yang sebenarnya sudah rampung ketika perceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu pada 2024. Dan semuanya sudah tertuang di akta notaris yang diberi nomor akta 39," lanjutnya.
Menurut Minola, tidak ada yang bisa menjamin Sarwendah benar-benar bisa akan merealisasikan kesepakatan dengan baik.
"Artinya apakah pertemuan tanggal 11 itu bisa menjadi jaminan apa pun hasilnya dapat dilaksanakan atau realisasikan pihak S," tutur Minola.
"Karena kita sudah punya suatu pengalaman lewat akta 39 yang juga melalui satu perundingan, dibuat di akta notaris, dibuat jadwal juga untuk bertemu anak-anak. Tapi itu tidak dijalankan," sambungnya.
Untuk itu, bapak tiga anak ini, memilih mengambil langkah pasti dengan mengajukan gugatan hak asuh anak.
Di sisi lain, pihak Sarwendah merasa kecewa dengan keputusan yang diambil Ruben.
Sarwendah kecewa berat dengan langkah mantan suaminya yang malah mendaftarkan gugatan hak asuh anak.
Padahal sebelumnya, Ruben dan Sarwendah bersama tim kuasa hukum masing-masing sudah saling menyepakati adanya pertemuan pada 11 Juli 2026.
Belum sempat pertemuan itu terlaksana, kini gugatan sudah terdaftar dan jadwal sidang perdana akan digelar pada 15 Juli 2026.
Meski kecewa, namun Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah menghormati keputusan Ruben.
Baca juga: Sarwendah Siap Hadapi Gugatan Hak Asuh Ruben Onsu, Kuasa Hukum Klaim Punya Bukti dan Saksi
"Kami menghormati atau apa yang dilakukan Bang Minola tapi sebenarnya kami ada kekecewaan."
"Yang mana pada tanggal 11 sebenarnya sudah kita jadwalkan untuk bertemu," ucapnya, kepada awak media, Kamis (3/7/2026).
Chris Sam Siwu menilai langkah ruben mengajukan gugatan dinilai amat lucu, karena dilakukan secara tiba-tiba, sementara sudah ada kesepakatan untuk bertemu.
"Kami menghormati tapi merasa (merasa) lucu aja. Kami belum duduk bersama tiba-tiba sudah ada gugatan."
Imbasnya, kini Chris Sam Siwu tegas menyatakan kemungkinan akan membatalkan pertemuan pada 11 Juli tersebut.
"Kemungkinan pertemuan itu akan batal. Kami bingung logikanya di mana. Pada saat kami mau duduk bersama tiba-tiba ada gugatan," sambungnya.
(Tribunnews.com/ Salma/ Ayu)