TRIBUNPALU.COM, SIGI – Warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibayangi kecemasan mendalam atas Gempa Bumi susulan yang terus terus terjadi.
Teranyar gempa berkekuatan magnitudo 2,3 mengoyang daerah itu Minggu (12/7/2026).
Tercatat, 1.700 kali gempa susulan mengguncang Sigi dalam sebulan terakhir.
Rentetan gempa susulan yang terus terjadi memaksa ratusan kepala keluarga bertahan di tenda darurat karena trauma.
Anggota Komisi VIII DPR RI Matindas J Rumambi, mendesak instansi terkait untuk memasifkan pemulihan mental (trauma healing) serta memperkuat sistem mitigasi bencana di lapangan.
"Di tengah situasi darurat dan gempa susulan yang masih berkali-kali terjadi, warga tidak boleh merasa menghadapi bencana ini sendirian," ujar Legislator PDI Perjuangan itu via Whatsapp, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Detik-detik Gempa M 5,4 Guncang Buol, Listrik Padam, Pasien RS Dievakuasi Keluar Gedung
"Fokus pemerintah hari ini bukan hanya pemulihan fisik bangunan, tetapi pemulihan psikis warga, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami trauma berat akibat guncangan berulang," tuturnya menambahkan.
Sebagai perwakilan rakyat dari Dapil Sulawesi Tengah di Senayan, Matindas J Rumambi secara konsisten mengawal penyaluran bantuan logistik dan operasional pemulihan pascabencana.
Sebelumnya, kolaborasi intensif juga dilakukan bersama jajaran pusat.
Ada tiga poin utama yang ditegaskan Matindas menyikapi kondisi terkini di Kabupaten Sigi:
1. Pendampingan Psikososial Terpadu: Mendesak Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah untuk menurunkan tim konselor trauma ke posko-posko pengungsian guna memulihkan psikis warga.
2. Akurasi Data dan Transparansi Bantuan: Memastikan seluruh hunian dan infrastruktur yang rusak terdata secara menyeluruh agar stimulus bantuan stimulan dari pemerintah dapat segera dicairkan tanpa kendala birokrasi.
Baca juga: 249 Rumah Rusak Berat dan 20 Rumah Ibadah Lolos Verifikasi, Pemkab Sigi Siapkan SK Tahap II
3. Penguatan Mitigasi Berbasis Komunitas: Mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta aktif mengikuti edukasi bangunan ramah gempa demi meminimalkan risiko di masa depan.
"Negara harus hadir secara utuh di tengah masa-masa sulit masyarakat Sigi. Kami akan terus mengawasi dan memastikan pemulihan di Sulawesi Tengah berjalan cepat, adaptif, dan menyentuh kebutuhan mendasar warga, baik lahir maupun batin," pungkas Matindas.(*)