SMP IL Kapten Fatubaa Juara Kompetisi AIA Healthiest Schools
Eflin Rote July 13, 2026 12:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sekolah Menengah Pertama (SMP) IL Kapten Fatubaa di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia Pasifik setelah dinobatkan sebagai Regional Winner dalam Kompetisi AIA Healthiest Schools (AHS) 2025/2026. 

Sekolah yang berada di kawasan perbatasan RI-Timor Leste itu berhasil menyisihkan peserta dari berbagai negara melalui inovasi lingkungan bertajuk "Huka Upcycling Project".

Penghargaan tersebut diumumkan AIA Group Limited dalam ajang AIA Healthiest Schools yang tahun ini mencatat jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali diluncurkan pada 2022. 

Program ini diikuti sekolah-sekolah dari berbagai negara di Asia Pasifik dan berfokus pada pengembangan pola hidup sehat melalui empat pilar utama, yakni pola makan sehat, gaya hidup aktif, kesehatan mental, serta kesehatan dan keberlanjutan.

Keberhasilan SMP IL Kapten Fatubaa menjadi juara regional tidak lepas dari inovasi para siswanya dalam mengolah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai guna, seperti es krim, kompos, dan pupuk cair melalui Huka Upcycling Project.

Di tengah keterbatasan akses karena berada di desa perbatasan terpencil, para siswa yang setiap hari harus menyeberangi sungai dan melewati medan berat untuk menuju sekolah justru mampu mengubah persoalan limbah menjadi media pembelajaran berbasis sains, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan.

Program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 orang melalui peningkatan literasi lingkungan, dukungan bagi petani lokal, serta mendorong kolaborasi lintas batas negara.

Chief Marketing Officer AIA Group sekaligus Ketua Dewan Juri Kompetisi AIA Healthiest Schools, Stuart A. Spencer, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menerapkan pengetahuan tentang kesehatan ke dalam aksi nyata.

Baca juga: Satgas Teritorial Kodim 1605/Belu Latih Kader Posyandu Buat Tempe untuk Cegah Stunting

"Kompetisi AIA Healthiest Schools merupakan salah satu program terdepan di Asia dalam kategorinya dan membantu generasi muda mengambil peran aktif atas kesehatan mereka dengan mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata," ujarnya, dalam keterangannya, Senin (12/7/2026).

Ia menilai tantangan kesehatan anak muda di kawasan Asia Pasifik semakin kompleks.

"Di seluruh kawasan, kita melihat meningkatnya tingkat kurangnya aktivitas fisik, pola nutrisi yang memburuk, serta tekanan kesehatan mental yang semakin besar di kalangan anak muda," katanya. 

Menurut Stuart, berbagai penelitian menunjukkan intervensi sejak usia dini mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup generasi muda.

"Melalui program ini, para siswa mengembangkan kebiasaan hidup yang lebih sehat sekaligus keterampilan hidup penting seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan kerja sama tim," tuturnya.

Ia menegaskan, AIA Healthiest Schools tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya hidup sehat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.

"Program ini bukan sekadar peningkatan kesadaran, program ini mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan dan merupakan wujud nyata dari tujuan kami untuk membantu masyarakat hidup Lebih Sehat, Lebih Lama, Lebih Baik," tegasnya. 

Stuart juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemenang kompetisi.

"Selamat kepada Regional Winner kami, SMP IL Kapten Fatubaa dari Indonesia, serta para pemenang kategori lainnya. Teladan inspiratif Anda akan menginspirasi banyak pihak di seluruh kawasan dan membantu membentuk masa depan yang lebih sehat bagi generasi muda di Asia.” ucapnya.

Sementara itu, Chief Marketing Officer AIA Indonesia, Kathryn Parapak, mengatakan prestasi yang diraih SMP IL Kapten Fatubaa menjadi bukti bahwa sekolah-sekolah di Indonesia mampu menghadirkan solusi inovatif dalam menjawab tantangan kesehatan dan keberlanjutan.

"Kami sangat bangga melihat SMP IL Kapten Fatubaa meraih gelar Regional Winner dalam AIA Healthiest Schools 2025/26," ungkapnya. 

Menurut Kathryn, pencapaian tersebut menunjukkan besarnya potensi sekolah-sekolah Indonesia dalam menciptakan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Indonesia memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan solusi inovatif yang menjawab tantangan kesehatan dan keberlanjutan di lingkungan mereka sendiri," katanya. 

Ia menambahkan, AIA Healthiest Schools tidak hanya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah, tetapi juga melahirkan generasi muda yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan mampu menjadi agen perubahan.

"Melalui AIA Healthiest Schools, kami tidak hanya mendorong terciptanya kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa, tetapi juga membangun generasi muda Indonesia yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan mampu menjadi agen perubahan di komunitasnya. Program ini dapat menjangkau lebih dari lingkungan sekolah, memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan Indonesia yang lebih sehat," tutupnya.

Para pemenang menerima penghargaan dalam seremoni regional yang digelar di Bangkok, Thailand. AIA menyediakan total hadiah senilai US$100.000 untuk mendukung pelaksanaan berbagai program kesehatan dan kesejahteraan di sekolah pemenang secara berkelanjutan.

Kompetisi AIA Healthiest Schools sendiri merupakan inisiatif AIA Group yang sejak 2022 mendorong sekolah-sekolah di kawasan Asia Pasifik mengembangkan inovasi di bidang kesehatan, gizi, aktivitas fisik, kesehatan mental, serta keberlanjutan lingkungan. 

Tahun ini, program tersebut mencatat partisipasi tertinggi sejak pertama kali diselenggarakan dan akan diperluas ke lebih banyak negara pada periode 2026/2027. (gus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.