Grandmax Bermuatan Pupuk Kecelakaan di Jembatan Senyabang Sanggau, 3 Luka-luka
Reny Fitriani July 13, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sanggau - Sebuah mobil Mitsubishi Grandmax bermuatan pupuk mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jembatan Senyabang, Jalan Raya Batang Tarang-Tayan Hulu, Dusun Senyabang, Desa Senyabang, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: Mahasiswa Tewas dalam Kecelakaan Maut di Surabaya, Berawal dari Motor Terjatuh

Akibat insiden tersebut, tiga orang yang berada di dalam kendaraan mengalami luka-luka.

Mobil berwarna hitam itu dikemudikan Bandi (37), warga Batu Layang, Kecamatan Pontianak Timur.

Saat kejadian, kendaraan juga membawa dua penumpang, yakni Sihen (28), warga Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Timur, dan Rio (30), warga Desa Kelam Permai, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil melaju dari arah Batang Tarang menuju Tayan Hulu dengan kecepatan sedang.

Saat memasuki Jembatan Senyabang, dari arah berlawanan datang sebuah kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Untuk menghindari potensi tabrakan, pengemudi Grandmax membanting setir ke sisi kiri jalan.

Namun kendaraan kehilangan kendali hingga menabrak tiang pembatas jembatan dengan benturan cukup keras.

Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan Mitsubishi Grandmax mengalami kerusakan berat.

Ketiga orang di dalam kendaraan mengalami luka dengan tingkat cedera yang berbeda.

Pengemudi, Bandi, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri serta mengeluhkan nyeri di bagian pinggang.

Sementara itu, penumpang Sihen mengalami luka pada wajah, lecet di kedua kaki, serta luka lecet pada jari kaki kanan dan kiri.

Adapun Rio mengalami luka lecet pada kedua kaki, luka lecet di pipi kiri, serta mengeluhkan nyeri pada bahu kiri akibat benturan.

Beruntung, seluruh korban dalam kondisi sadar dan segera mendapat pertolongan dari warga bersama petugas yang datang ke lokasi.

Personel Polsek Batang Tarang yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas mengatur arus lalu lintas, mengamankan lokasi kejadian, melakukan olah TKP, serta mengevakuasi para korban ke Puskesmas Batang Tarang untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain itu, polisi turut mengamankan kendaraan yang terlibat, mendata saksi, serta mengumpulkan barang bukti sebagai bagian dari penyelidikan penyebab kecelakaan.

Kapolsek Batang Tarang, Ipda Miskun, mengatakan dugaan sementara kecelakaan terjadi saat pengemudi berusaha menghindari kendaraan dari arah berlawanan sehingga mobil keluar jalur dan menghantam pembatas jembatan.

"Kami telah melakukan penanganan mulai dari mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, hingga mengumpulkan keterangan para saksi. Dugaan sementara kecelakaan terjadi ketika pengemudi berupaya menghindari kendaraan dari arah berlawanan, sehingga kendaraan keluar dari jalur dan menabrak pembatas jembatan. Meski demikian, penyelidikan masih terus kami lakukan untuk memastikan seluruh fakta di lapangan," papar Ipda Miskun.

Ia juga mengimbau para pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jembatan maupun ruas jalan yang memiliki ruang manuver terbatas.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Sumber: TribunPontianak.co.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.