Sekelas Murid Marquez Dibikin Marah dan Main Aman, Rival Seangkatan Veda Punya Taji untuk Juara
Wahid Fahrur Annas July 13, 2026 12:33 PM

Gold and Goose/AJO.FI
Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) memimpin balapan di depan Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team) pada Moto3 Jerman 2026.

BOLASPORT.COM - Pembalap rookie Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, sekali lagi menunjukkan kapasitasnya sebagai juara dunia di level junior setelah meraih kemenangan pada Moto3 Jerman 2026.

Uriarte menjemput kemenangan keduanya musim ini dengan fantastis setelah mengalahkan pemuncak klasemen Moto3 2026, Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team).

Dia berhasil mempertahankan posisi terdepannya sampai garis finis hanya dengan keunggulan tipis 0,063 detik atas Quiles dalam 23 lap balapan di Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7/2026).

Bagi Uriarte, kemenangan tersebut tak hanya memperkokoh posisinya di puncak klasemen dalam perebutan Rookie of The Year.

Uriarte juga naik ke posisi dua papan klasemen secara keseluruhan dengan koleksi 127 poin atau hanya unggul satu angka saja atas rekan setimnya, Alvaro Carpe.

Adapun Quiles merasa marah kepada dirinya setelah kalah dalam pertarungan melawan pembalap rookie yang juga seangkatan dengan Veda Ega Pratama itu.

Pembalap yang tergabung di bawah manajemen milik Marc Marquez itu kurang senang dengan penampilannya pada lap-lap terakhir.

“Hari ini saya sedikit marah pada diriku sendiri karena aku tidak seagresif dulu," kata Quiles, dilansir BolaSport.com dari laman resmi tim Aspar.

"Saya tidak tahu kenapa, tetapi saya tidak menunjukkan semangat bertarung seperti biasanya."

"Di beberapa tikungan terakhir, saya merasa lebih unggul daripada Uriarte, tetapi saya rasa di lap terakhir saya sedikit kehilangan fokus dan tidak merasa siap untuk memperebutkan kemenangan," ujarnya.

Pada akhirnya, Quiles lebih memilih main aman daripada harus kehilangan 20 poin yang sudah pasti di tangan daripada mengambil risiko melakukan manuver untuk mengkudeta Uriarte.

"Saya tidak ingin mengambil risiko apa pun untuk menghindari kecelakaan, yang berarti membuang 20 poin," kata Quiles.

"Saya lebih memilih bermain aman untuk meraih poin dan menyimpan sisi agresif saya untuk balapan berikutnya."

"Tiga minggu ke depan akan menjadi waktu yang baik bagi kami untuk melepas penat dan bersantai."

"Awal tahun ini sangat menegangkan dan penuh tekanan, tetapi kami akan kembali lebih kuat di Silverstone,” ujar Quiles.

Adapun Uriarte sangat senang berhasil meraih kemenangan lagi setelah mencetak kemenangan perdana di Moto3 pada GP Italia.

Penampilan impresif Uriarte membuka peluang dirinya bisa menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar juara dunia Moto3 pada musim depan, mengingat musim ini Quiles sudah memimpin dengan keunggulan 104 poin.

“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan lagi. Kami telah berjuang sekuat tenaga hari ini," kata Uriarte.

"Kerja keras seluruh tim sepanjang akhir pekan ini sungguh luar biasa, jadi saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada mereka."

"Saya langsung tancap gas sejak awal dan kami mampu mempertahankan ritme balapan yang sangat kuat, meskipun saya harus menunggu hingga akhir untuk memastikan kemenangan saat bersaing dengan pemimpin klasemen Kejuaraan Dunia."

"Ini tidak mudah, karena kami menghadapi beberapa kesulitan di lap-lap terakhir, tetapi kami mengambil beberapa risiko dan berhasil mengamankan kemenangan ini."

"Ini adalah hari Minggu yang luar biasa bagi semua orang, pengalaman belajar yang berharga, dan sekarang saatnya untuk beristirahat, karena paruh kedua tahun ini yang sangat menarik menanti kami,” tutur Uriarte.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.