Yang Tidak Termasuk dalam Experiential Learning Adalah......
Moh. Habib Asyhad July 13, 2026 12:34 PM

Salah satu yang tidak termasuk dalam experiential learning adalah output atau hasil belajar. Juga model belajar yang selalu fokus pada menghafal.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Experiential Learning adalah metode pembelajaran di mana seseorang membangun pengetahuan dan keterampilan secara aktif melalui pengalaman langsung. Salah satu yang tidak termasuk dalam experiential learning adalah output atau hasil belajar.

Menurut David A. Kolb, experiential learning memiliki enam karakteristik utama, yakni:

  1. Belajar merupakan proses yang holistik, yang bukan merupakan hasil dari kognisi saja.
  2. Belajar merupakan sebuah proses kontinu atau berulang yang didasarkan pada pengalaman.
  3. Belajar yang paling baik dimaknai sebagai sebuah proses dan bukan terkait dengan hasil yang diperoleh.
  4. Belajar melibatkan hubungan antara manusia dan lingkungan.
  5. Belajar merupakan proses menciptakan pengetahuan yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan antara pengetahuan pribadi dan pengetahuan sosial.
  6. Belajar membutuhkan resolusi sejumlah konflik antara berbagai gaya yang berlawanan secara dialektis dari adaptasi terhadap dunia.

Yang tidak termasuk dalam experiential learning adalah segala bentuk pembelajaran pasif yang hanya mengandalkan ceramah satu arah, menghafal teori tanpa praktik, atau fokus semata pada output atau hasil akhir tanpa melibatkan pengalaman langsung dan proses refleksi dari siswa.

Experiential learning yang dipopulerkan oleh David Kolb berfokus pada belajar sebagai sebuah siklus proses dan adaptasi. Jadi, segala metode yang tidak memberikan ruang bagi siswa untuk mengalami, merefleksikan, dan menguji konsep secara langsung tidak sesuai dengan prinsip pembelajaran ini.

Secara garis besar, experiential learning adalah pembelajaran berbasis pengalaman. Ia adalah metode pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung sebagai sumber utama pengetahuan dan keterampilan.

Pembelajaran ini melibatkan siswa dalam aktivitas nyata dan mendorong mereka untuk merefleksikan dan mengaitkan pengalaman tersebut dengan konsep-konsep yang dipelajari.

Mengutip Gramedia.com, experiential learning (EL) adalah metode pembelajaran melalui pembentukan pengalaman peserta didik. Metode ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mencapai keberhasilan dengan memberi kebebasan kepada peserta didik untuk menentukan pengalaman apa yang akan mereka fokuskan, keterampilan apa yang ingin mereka tingkatkan, dan dari situ, bagaimana mereka membuat suatu konsep dari pengalaman yang telah mereka alami itu.

EL adalah sebuah proses pembelajaran, proses melakukan perubahan yang memanfaatkan pengalaman sebagai media pembelajaran atau belajar. Experiential learning fokus pada proses belajar yang dilakukan tiap-tiap individu. Experiential learning merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan menempuh proses refleksi, dan juga menempuh suatu proses pembuatan makna dari pengalaman nyata.

Yang harus diperhatikan dalam experiential learning

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penerapan experiential learning, di antaranya adalah:

  1. Harus ada perencanaan yang matang

EL tak bisa dilakukan secara spontan, ia harus dipersiapkan dengan matang, semata-mata peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang mengesankan. Selain itu, dengan perencanaan, materi bisa diberikan dengan tepat sasaran.

  1. Harus punya tujuan yang jelas

Jika sudah ada perencanaan, artinya ada tujuan yang jelas. Bagaimanapun juga, metode EL tanpa tujuan yang jelas juga akan percuma. Dengan tujuan yang jelas, proses belajar akan menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan dampak pembelajaran yang berarti.

  1. Guru harus terlibat aktif

Metode EL tak bisa dilakukan oleh siswa sendiri, tetap harus ada peran guru di dalamnya. Tugas guru tentu saja sebagai instruktur, pembimbing, dan temat diskusi yang bisa diandalkan.

Langkah-Langkah Melakukan Experiential Learning

Setidaknya ada tiga langkah dalam metode pembelajaran experiential learning:

  1. Kegiatan Persiapan

- Pendidik merumuskan sebuah rencana pengalaman pembelajaran yang memiliki target tertentu dan bersifat terbuka atau open minded.

- Pendidik memberikan motivasi dan rangsangan kepada peserta didik.

  1. Kegiatan Inti (Eksplorasi dan Elaborasi)

- Para peserta didik bekerja secara individu atau ditempatkan dalam sebuah kelompok, lalu mereka akan belajar dari pengalaman yang mereka alami.

- Para peserta didik ditempatkan pada berbagai situasi nyata, artinya para peserta didik mampu memecahkan masalah yang nyata terjadi, bukan dalam peristiwa lain atau pengganti.

- Peserta didik aktif terlibat dalam pengalaman yang ada, lalu mereka akan membuat sebuah keputusan, dan menerima konsekuensi atas keputusan yang mereka buat.

  1. Kegiatan Penutup

- Pada kegiatan yang terakhir ini, seluruh peserta didik akan menceritakan kembali pengalaman mereka yang terkait dengan teori atau hal yang menjadi materi pembelajaran, untuk memperluas pengalaman dan pemahaman pembelajaran peserta didik.

Jadi, salah satuyang tidak termasuk dalam experiential learning adalah output atau hasil belajar. Juga model belajar yang selalu fokus pada menghafal. Semoga bermanfaat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.