Cerita Buku 'Filosofi Teras' Diangkat ke Film, Begini Cara Sherina Munaf Memaknai Konsep 'Amor Fati'
Irwan Wahyu Kintoko July 13, 2026 12:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aktris Sherina Munaf memaknai konsep Amor Fati atau yang berarti mencintai takdir sebagai sebuah proses panjang yang harus dijalani dengan disiplin hati. 

Baginya, menerima setiap peristiwa dalam hidup bukan sesuatu yang bisa dilakukan instan.

Konsep Amor Fati menjadi salah satu gagasan penting dalam buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring yang dijadikan film.

"Amor fati itu mencintai takdir, apakah aku langsung menerima takdir? Nggak langsung saya terima, secara personal di hidupku, ada ordeal yang harus dijalankan," kata Sherina Munaf di Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Sherina Munaf Jadi Pemeran Utama Film Filosofi Teras, Ngaku Punya Koneksi Emosional dengan Ceritanya

Sherina mengakui, proses untuk benar-benar menerima kenyataan hidup membutuhkan waktu. 

Menurutnya, seseorang perlu melatih diri agar memiliki kedisiplinan hati dalam menghadapi berbagai rintangan.

"Akhirnya untuk belajar berdisiplin hati semacam itu memang butuh proses," katanya.

Penyanyi sekaligus aktris itu juga merasa perjalanan tersebut tidak bisa dijalani sendirian. 

Baca juga: Sherina Munaf Ungkap Kronologi Lengkap Misi Penyelamatan Kucing Milik Uya Kuya, Ini Ceritanya

Ia banyak berdiskusi dengan orang-orang yang pernah menghadapi tantangan hidup, termasuk Henry Manampiring yang telah dikenalnya jauh sebelum buku Filosofi Teras diterbitkan.

"Butuh ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang juga mengalami obstacles dalam hidupnya," ucap Sherina.

Meski enggan mengungkap detail cerita dalam film, Sherina mengisyaratkan bahwa konsep amor fati yang diangkat di layar lebar juga berkaitan dengan pengalaman yang pernah ia rasakan sendiri.

Sutradara Affandi Abdul menilai kisah dalam Filosofi Teras tidak hanya relevan bagi masyarakat perkotaan.

Baca juga: Sherina Munaf Cuma Mandi 6 Kali Sebulan Saat Garap Scoring Film hingga Berbuah Piala AMI Awards 2024

Meski syutingnya diambil di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya, namun ia tak ingin hanya memotret kehidupan perkotaan semata.

Menurut Affandi, persoalan yang dihadapi para tokoh dalam film merupakan pengalaman yang dapat dirasakan siapa saja, tanpa memandang tempat tinggal maupun latar belakang.

Peluncuran cetakan ke-100 buku Filosofi Teras sekaligus menjadi momentum diperkenalkannya teaser poster dan teaser trailer adaptasi film Filosofi Teras.

Henry tak pernah menyangka buku yang pertama kali terbit pada 2018 itu mampu mencapai cetakan ke-100. 

"Buat saya encouraging, membesarkan hati saya bahwa masih ada tempat bagi buku di Indonesia," kata Henry.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.