Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Musim kemarau membawa berkah bagi sejumlah nelayan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Hasil tangkapan ikan dan udang di perairan Pangandaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Namun, melimpahnya hasil tangkapan justru diikuti dengan penurunan harga jual, terutama untuk komoditas udang dogol (udang berut).
Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan musim kemarau menjadi periode yang baik bagi nelayan karena ikan dan udang lebih banyak bermunculan di perairan.
"Musim kemarau, ikan biasanya pada keluar. Dan sekarang juga banyak udang keluar. Sekarang udang dogol berut banyak sekali," ujar Jeje dalam media sosialnya dikutip Tribun Jabar, Senin (13/7/2026) pagi.
Baca juga: Bupati Citra Klaim Kondisi Ekonomi Pangandaran Semakin Membaik, Pariwisata Jadi Motor Pertumbuhan
Meski produksi meningkat, Jeje mengaku nelayan dihadapkan pada persoalan anjloknya harga udang dogol di tingkat pelelangan.
Menurutnya, harga udang dogol yang sebelumnya mencapai Rp 100 ribu per kilogram kini terus merosot.
Dari sempat berada di kisaran Rp 90 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi sekitar Rp 78 ribu per kilogram.
"Yang menjadi masalah ketika hasil melaut melimpah, itu harganya menurun. Dari Rp 100 ribu, kemudian Rp 90 ribu, dan sekarang sudah di harga Rp 78 ribu per kilogram," katanya.
Menurutnya kondisi itu berbeda dengan udang tiger yang memiliki pasar ekspor lebih luas sehingga harganya cenderung tetap tinggi meski pasokan melimpah.
"Udang berut berbeda dengan udang tiger. Karena sebanyak apa pun udang tiger, harganya selalu bagus. Udang tiger bisa diekspor, sedangkan udang berut hanya sebagian yang bisa diekspor. Itu yang menjadi masalah," ucap Jeje.
Sebagai Ketua HNSI sekaligus penanggung jawab KUD Minasari Pangandaran, Jeje akan berupaya mencari langkah untuk menjaga stabilitas harga agar nelayan tidak terus merugi saat musim panen.
"Tentu sebagai penanggung jawab KUD Minasari, kami harus mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan agar harga udang dogol ini bisa stabil dan tidak terus mengalami penurunan," ujarnya. (*)