Viral Meteor Hijau Melintasi Langit Jawa, BRIN Jelaskan Penyebab Warna dan Dentuman
ahmadshalsamalkhaponda July 13, 2026 12:42 PM

- Meteor berwarna hijau kebiruan yang melintasi langit Pulau Jawa pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 21.22 WIB menjadi viral di media sosial. Fenomena tersebut terlihat dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan objek bercahaya itu merupakan meteor sekaligus menjelaskan penyebab warna hijau dan suara dentuman yang sempat terdengar di beberapa daerah.

Meteor terekam kamera CCTV dan video milik warga dari berbagai wilayah, di antaranya Bekasi, Cirebon, Majalengka, Nagreg, Tasikmalaya, hingga Yogyakarta. Di wilayah Cirebon dan Kuningan, sejumlah warga juga melaporkan sempat mendengar suara dentuman saat meteor melintas.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, membenarkan bahwa objek bercahaya tersebut merupakan meteor.

Menurut Thomas, meteor pertama kali terdeteksi melintas dari arah Laut Jawa dan terlihat di Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Saat itu, meteor masih berada pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga tampak relatif kecil dan berwarna putih.

"Meteor berasal dari batuan antariksa yang orbitnya berpapasan dengan Bumi, kemudian terbakar saat memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer," ujar Thomas kepada Tribun, Minggu (12/7/2026).

Thomas menjelaskan, meteor kemudian bergerak ke arah tenggara. Saat melintas di wilayah Jawa Barat bagian timur, khususnya Cirebon dan Kuningan, muncul suara dentuman yang diduga berasal dari gelombang kejut akibat meteor bergerak dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer bagian bawah.

Selanjutnya, meteor terpantau melintas di Majalengka dengan warna kebiruan. Objek tersebut juga terlihat di Nagreg sekitar pukul 21.23.37 WIB dan tampak sebagai cahaya terang di Tasikmalaya karena melintasi awan.

Sekitar pukul 21.23.57 WIB, meteor terlihat berwarna hijau saat melintas di wilayah Yogyakarta.

"Warna hijau muncul karena unsur magnesium pada batuan antariksa terbakar akibat suhu yang sangat tinggi saat bergesekan dengan atmosfer," jelas Thomas.

Thomas menambahkan, berdasarkan analisis sementara, meteor tersebut diduga jatuh ke Samudera Hindia di selatan Jawa Timur atau Bali. Namun, lokasi tersebut masih berupa perkiraan dan belum dapat dipastikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.