Istri Ungkap Detik Temon Meninggal, Sempat Genggam Tangan Erat Sebelum Mengembuskan Napas Terakhir
Kharisma Tri Saputra July 13, 2026 12:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Kepergian komedian senior Simson Rarameha alias Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sang istri, Mae, mengungkap momen-momen terakhir yang terjadi sebelum Temon dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung di RSUD Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).

Mae mengaku terus mendampingi suaminya di ruang perawatan sejak awal hingga tim medis menyatakan Temon meninggal dunia.

Saat itu, ia hanya bisa memantau monitor detak jantung sambil berharap kondisi sang suami membaik.

"Saya tungguin, kita ngelihatin monitor aja detak jantungnya gitu. Tapi enggak lama, dia kenceng gitulah narik napas," ujar Mae saat ditemui di rumah duka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

TEMON MENINGGAL- Komedian Temon meninggal dunia Minggu pagi, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB dan jenazahnya hari ini disemayamkan  di rumah duka Kompleks Polri Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Riwayat penyakit hipertensi (darah tinggi) diduga menjadi pemicu serangan jantung mendadak yang merenggut nyawa Temon
TEMON MENINGGAL- Komedian Temon meninggal dunia Minggu pagi, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB dan jenazahnya hari ini disemayamkan di rumah duka Kompleks Polri Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Riwayat penyakit hipertensi (darah tinggi) diduga menjadi pemicu serangan jantung mendadak yang merenggut nyawa Temon (Wartakota/Arie Puji Waluyo)

Baca juga: Tangis Rambu, Anak Temon Kenang Momen Wisuda Sempat Dampingi Ayah Sebelum Meninggal: Bahagia Banget

Sempat Menggenggam Tangan Istri

Mae menceritakan, sesaat sebelum mengembuskan napas terakhir, Temon sempat menggenggam tangannya dengan erat.

Momen tersebut menjadi kenangan terakhir yang tidak akan pernah dilupakannya.

"Karena dia juga ditarik ternyata diambil (mengembuskan napas terakhir)," katanya.

Melihat kondisi suaminya yang semakin kritis, Mae segera meminta bantuan tim medis agar dilakukan tindakan penyelamatan.

Tim Medis Lakukan Resusitasi

Dokter dan tenaga medis kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sebagai upaya menyelamatkan nyawa Temon.

Mae diminta menunggu di luar ruangan selama proses penanganan berlangsung.

"Dilakuin semua tindakan kan, dadanya ditekan-tekan (RJP) agak lama. Terus saya disuruh keluar nunggu. Enggak ada hasilnya," tutur Mae.

Dokter Nyatakan Temon Meninggal Dunia

Setelah seluruh tindakan medis dilakukan, dokter akhirnya menyampaikan kabar bahwa Temon tidak dapat diselamatkan.

Menurut Mae, proses penanganan dimulai sekitar pukul 08.22 WIB sebelum akhirnya dokter menyatakan sang komedian meninggal dunia beberapa menit kemudian.

"Jadi ya memang dari pas di awalnya memang udah enggak ada sebetulnya. Jam 08.22 udah dilakukan tindakan, sampai akhirnya jam 08.37 kalau enggak salah, itu dinyatakan meninggal oleh dokter," ungkapnya.

Sempat Mengeluh Sakit Setelah Menonton Bola

Mae juga mengungkap kronologi sebelum Temon dilarikan ke rumah sakit. Menurutnya, pada Minggu pagi, Temon yang baru selesai menonton pertandingan sepak bola tiba-tiba mengeluhkan sakit.

Karena suaminya dikenal jarang mengeluh, Mae langsung mengajak Temon ke rumah sakit.

“Dia enggak pernah ngeluh. Jadi kalau buat saya, dia ngeluh sakit itu sesuatu yang udah dia enggak bisa tahan. Jadi pas dia pengen ke rumah sakit, saya bilang, ‘Ayo kita ke rumah sakit.’ Akhirnya kita ke rumah sakit,” kata Mae.

Setibanya di RSUD Mampang, Temon langsung menjalani pemeriksaan rekam jantung. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan adanya penyumbatan pada jantung.

“Langsung ada tindakan rekam jantung. Pas udah dilakuin rekam jantung, dikasih tahu nih sama dokter hasilnya. Dokter juga pas ngelihat hasilnya mungkin beliau ngerti ya, kayak kaget gitu. Terus dokter bilang, ini ada penyumbatan, Bu, di jantung. Kalau dalam hal ini, istilahnya kayak serangan jantung lah,” terangnya.

Dokter kemudian memberikan obat penahan sakit, melakukan pemeriksaan darah, serta rontgen.

“Saya ikut nemenin rontgen, saat itu masih biasa, masih bisa diajak ngobrol,” lanjutnya.

Setelah kembali ke ruang IGD, Temon diberi obat yang diletakkan di bawah lidah sebanyak dua kali. Namun kondisinya tidak kunjung membaik.

“Balik lagi ke ruang IGD, dikasih obat yang ditaruh di bawah lidah untuk jantung, sekali. Terus enggak ada perubahan. Dikasih satu lagi, dia minta izin ke dokternya dikasih dua kali enggak apa-apa.”

“Sudah dikasih kedua, masih sadar, tapi dia udah mulai ngantuk, nguap-nguap. Ditanya masih sering nguap,” imbuhnya.

Tak lama setelah itu, Temon menggenggam tangan istrinya dengan erat sebelum mengembuskan napas terakhir.

Manajemen Sebut Temon Punya Riwayat Hipertensi

Pihak manajemen membenarkan bahwa Temon meninggal akibat serangan jantung. Novi dari manajemen mengungkapkan, mendiang juga memiliki riwayat hipertensi.

"Serangan jantung, ada riwayat hipertensi," ujarnya.

Sementara itu, manajer Temon, Jio, mengaku terkejut atas kabar duka tersebut. Sebab, selama mendampingi sang komedian, ia tidak mengetahui adanya penyakit jantung yang diderita Temon.

"Jujur kaget ya pas tau kabar meninggal karena serangan jantung," ujarnya.

"Karena selama ini kami tidak pernah tahu dan baru tahu tadi pagi beliau jantung," sambungnya.

Menurut Jio, sehari sebelum meninggal, Temon masih tampil menghibur penonton dalam acara ulang tahun Jakarta di Ancol dengan kondisi yang tampak sehat.

"Pas tampil kemarin dia sehat kok, melawak lancar aja gak ada keluhan," ujar Jio.

"Makanya kaget pas tahu dia meninggal," sambungnya.

Temon meninggalkan seorang istri dan sembilan anak. Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka GPIB Effatha, Jakarta Selatan, dan rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.