TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sebanyak 133 murid baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 066 Pekkabata, di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (13/7/2026).
SDN 066 Pekkabata yang berada di Jl Ratulangi, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali ini merupakan sekolah unggulan.
Pilihan utama para kalangan pejabat yang bertempat tinggal di Kota Polewali, khususnya Kelurahan Pekkabata.
Baca juga: Mau Lulus Post Test PMM? Intip Dulu Kunci Jawaban Modul 2, Jangan Sampai Salah Pilih
Baca juga: Hari Pertama Sekolah, Orang Tua Siswa Baru Rebutan Posisi Kursi Terdepan di SDN 066
Pada tahun ajaran baru 2026 ini, SDN 066 Pekkabata menerima 133 murid baru yang diseleksi secara ketat melalui jalur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Pertama kami membukan pendaftaran secara daring lewat link pendaftaran dan barcode, dan ada pula pendaftar lewat luring,” kata Kepsek SDN 066 Pekkabata, Erniwati.
Dia menyampaikan kuota penerimaan siswa baru tahun ini yakni empat kelas dengan jumlah siswa 26 dalam satu kelas.
Namun pendaftaran di SDN 066 Pekkabata membludak, sehingga murid baru diterima capai 133 orang.
Erniwati menyebut penerimaan siswa baru ini melalu jalur zonasi, afirmasi, jalur mutasi dan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Jalur domisili over kapasitas yang daftar, jadi kita urutkan ke usia tertua, saat pengumuman, orang tua siswa banyak berdatangan karena anaknya tidak diterima,” ungkapnya.
Dia menyampaikan antusias masyarakat memilih menyekolahkan anaknya di SDN 066 Pekkabata cukup antusias.
Sehingga untuk tahun ini, sebanyak 133 murid baru yang dibagi dalam empat kelas, tiap kelas berisi 32 siswa.
Erniwati mengaku sempat sibuk mencari kursi tambahan untuk mengisi kekurangan kursi di dalam kelas.
“Jadi ada tambahan, kini tiap kelas itu disi 32 siswa tiap kelas, ada empat ruang belajar, kami terima tambahannya karena tidak mau melihat anak-anak putus sekolah,” ungkapnya.
Mereka nampak berdesakan masuk di ruang kelas, lalu berebutan bangku sekolah di bagian depan.
Para murid baru ini nampak didampingi orang tuanya yang ikut masuk ke dalam ruang kelas.
Mereka ikut memilih bangku dan meja yang berada pada bagian depan untuk anak-anaknya.
Perebutan bangku posisi terdepan ini turut disaksikan wali kelas yang ikut mengatur pembagiannya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli