Guru Ungkap Detik-detik Ancaman Bom di SD Srengseng Sawah, Pesan Masuk saat Upacara
Glery Lazuardi July 13, 2026 01:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diwarnai kepanikan setelah pihak sekolah menerima pesan ancaman bom melalui aplikasi WhatsApp, Senin (13/7/2026) pagi.

Ancaman tersebut diterima saat kegiatan upacara sedang berlangsung.

Menindaklanjuti laporan itu, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan kepolisian dan mengamankan seluruh siswa di lapangan sekolah sebelum akhirnya dievakuasi ke luar area sekolah.

Baca juga: Detik-detik SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Murid Dievakuasi

Guru Kelas V SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi, mengatakan, pesan ancaman diterima ketika seluruh guru dan siswa tengah mengikuti upacara.

"Salah satu guru menerima pesan teror saat kami sedang melaksanakan upacara, saat itu kami berupaya agar situasi tetap tenang, sambil melapor kepada ketua RT dan polsek," kata Subekhi.

Menurutnya, pihak kepolisian kemudian mengimbau agar seluruh siswa tetap berada di lapangan dan tidak kembali ke ruang kelas.

"Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas," lanjutnya.

Setelah upacara selesai, seluruh siswa tetap berada di lapangan hingga petugas kepolisian tiba di lokasi. Polisi kemudian memberikan penjelasan kepada siswa maupun orang tua untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Setelah datang, polisi memberikan penjelasan dan menenangkan para orang tua serta siswa," ucapnya.

Selanjutnya, para siswa dipulangkan, sementara guru diminta meninggalkan area sekolah agar proses sterilisasi dapat dilakukan.

Subekhi mengungkapkan, isi pesan ancaman menyebut adanya bom di beberapa titik di lingkungan sekolah. Pesan tersebut dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada seorang pegawai tata usaha (TU) dan guru kelas I.

"Pesannya ada bom di beberapa titik di sekolah ini, yang menerika pesan pegawai TU dan guru kelas 1," kata Subekhi.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan polisi menerima laporan mengenai dugaan ancaman bom sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, kepolisian langsung berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror.

"Kami segera menghubungi untuk Gegana dan Densus 88," kata Nurma Dewi.

Tim Jibom Gegana dan Densus 88 kemudian melakukan penyisiran di seluruh area sekolah untuk memastikan tidak ada bahan peledak maupun benda berbahaya.

"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88, nihil tapi masih disisir, lagi disisir," kata Nurma kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Nurma menjelaskan, saat pesan WhatsApp masuk, para guru sedang mengikuti upacara sehingga baru mengetahui adanya ancaman setelah kegiatan selesai.

"Laporannya setengah 8, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh siswa dievakuasi keluar dari lingkungan sekolah agar proses sterilisasi dapat berlangsung dengan aman.

"Anak-anak sudah kami evakuasi. Untuk sementara mereka diarahkan keluar dari lingkungan sekolah," tutur Nurma.

Baca juga: Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Jaksel, Kegiatan MPLS Dihentikan Sementara

Pantauan di lokasi menunjukkan dua kendaraan operasional Gegana disiagakan di halaman sekolah. Pagar sekolah ditutup rapat, sementara sejumlah personel kepolisian berseragam lengkap berjaga di sekitar area.

Tim Gegana menyisir setiap sudut bangunan, mulai dari ruang kelas, kantor guru, hingga area lain yang dinilai berpotensi menjadi lokasi penempatan benda mencurigakan.

Hingga proses penyisiran berlangsung, polisi menyatakan belum menemukan benda yang diduga sebagai bom. 

Meski demikian, pemeriksaan tetap dilanjutkan untuk memastikan seluruh area benar-benar aman sebelum aktivitas belajar mengajar kembali dilaksanakan.

Selain melakukan sterilisasi, kepolisian juga menyelidiki asal-usul pesan ancaman tersebut.

Polisi berupaya mengidentifikasi pelaku yang mengirim pesan WhatsApp dan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa, agar tetap tenang serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat.

(Wartakota/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.