Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi|Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Antrean panjang kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, pada Senin (13/7/2026).
Fenomena ini dipicu oleh permintaan BBM subsidi yang tinggi serta gangguan teknis pada mesin pompa di salah satu SPBU di Aceh Tenggara.
Saat ini, terdapat empat titik SPBU yang melayani kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Aceh Tenggara.
Keempat SPBU tersebut diantaranya, SPBU Lawe Desky di Kecamatan Babul Makmur, dengan jarak sekitar 35 km dari ibu kota kabupaten atau 7 km dari perbatasan Sumatera Utara.
Baca juga: Pasokan BBM di Aceh Tenggara belum Normal hingga Terjadi Antrean Kendaraan
Selanjutnya, SPBU Kuning, Kecamatan Bambel, berada di seputaran pusat kota, dan SPBU Lawe Kihing juga berada di Kecamatan Bambel.
Kemudian, SPBU Kampung Melayu, Kecamatan Babul Salam, terletak di jalur utama arah Kabupaten Gayo Lues.
Berdasarkan pantauan wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi di lapangan, antrean panjang untuk mendapatkan BBM jenis Biodiesel (B50) dan Pertalite sudah terlihat sejak pagi.
Seperti di SPBU Lawe Desky, antrean kendaraan terpantau sudah mengular sejak pukul 03.00 WIB dini hari.
Sementara itu, pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, kepadatan kendaraan masih terus terjadi di SPBU Kuning, SPBU Lawe Kihing, dan SPBU Lawe Desky.
Berbeda dengan SPBU Kampung Melayu, hingga pukul 12.00 WIB, terpantau masih tutup tidak terlihat ada pelayanan.
Berdasarkan informasi yang didapat SPBU ini memang sering tutup tidak normal melayani pelanggan yang ingin mendapatkan BBM.
Pengelola SPBU Lawe Desky, Ragam Bancin, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab antrean panjang di SPBU tempat dia bekerja karena ada kerusakan pada mesin pompa BBM.
"Kami sudah sampaikan kepada pemilik kendaraan bahwa B50 saat ini tidak bisa diisi ke tangki roda empat karena pompa rusak. Kami sedang menunggu teknisi dari Medan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan kendala ini kepada PT Pertamina di Medan, namun belum dapat memastikan kapan perbaikan akan selesai.
Di sisi lain, masyarakat merasa sangat terganggu dengan kondisi ini.
Muslim, salah seorang pengendara di Aceh Tenggara, menyatakan bahwa antrean panjang di SPBU tidak hanya memicu keresahan tetapi juga mengganggu arus lalu lintas.
“Antrean kendaraan di SPBU-SPBU terjadi karena pasokan BBM yang tidak normal di Aceh Tenggara,” tutupnya. (*)