TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perjalanan rombongan pengantar pengantin asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berubah menjadi tragedi memilukan di Jalur Pantura.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan satu mobil pikap dan dua truk terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, pada Minggu (12/7/2026).
Insiden tersebut merenggut 12 nyawa penumpang mobil pikap, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa bermula ketika mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan itu memperlambat laju untuk melakukan putar balik melalui bukaan median jalan atau u-turn.
Di saat yang hampir bersamaan, sebuah truk wing box bernomor polisi B 9260 TEV melaju dari arah yang sama tepat di belakang mobil pikap tersebut. Sopir truk, Deden Ibad, mengaku tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari tabrakan.
“Kondisi mobil di depan saya itu mendadak berhenti saat akan manuver belok ke arah kanan," jelas Deden, dikutip dalam Kompas.com.
Karena jarak kendaraan sudah terlalu dekat, truk wing box akhirnya menghantam bagian belakang mobil pikap yang mengangkut rombongan pengantar pengantin itu.
Benturan keras tersebut memicu kecelakaan beruntun yang menyebabkan banyak korban berjatuhan di lokasi kejadian.
Polisi memastikan tabrakan pertama terjadi ketika kedua kendaraan sama-sama melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Baca juga: Asal-usul Supercar McLaren Andra ST Terkuak usai Kecelakaan Maut, Polisi Ungkap Status Sebenarnya
"Truk tersebut sama-sama melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta, sehingga menabrak langsung dari arah belakang mobil pikap," ujar Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu malam.
Petugas kepolisian bersama tim evakuasi segera mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban serta mengurai arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat kecelakaan tersebut.
Sejumlah korban luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, sedangkan korban meninggal dievakuasi untuk proses identifikasi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan maut yang mengguncang Jalur Pantura Indramayu tersebut.
Benturan keras dari belakang itu membuat mobil pikap terdorong hebat hingga melewati median jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Secara bersamaan, sebuah truk los bak bernomor polisi E 8846 BA sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Tabrakan kedua pun tidak terhindarkan.
Truk dari arah berlawanan tersebut langsung menghantam mobil pikap yang terlempar ke jalurnya hingga membuat kendaraan berpenumpang belasan orang itu terjepit dan mengalami kerusakan berat.
“Setelah pikap terdorong ke depan, kembali tertabrak oleh truk los bak yang datang dari arah berlawanan,” jelas Undang.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Pantura Bondansari Pekalongan, Pemotor Tewas Tertabrak Truk, 2 Korban Lain Kritis
Dua benturan beruntun ini mengakibatkan para penumpang pikap terlempar ke jalan raya. Ketua RT 13 Blok Cemeti, Desa Cempeh, Rawid, membenarkan bahwa warganya mendominasi daftar korban dalam musibah ini.
“Itu semua warga saya pak. Informasinya mereka habis mengantar pengantin di Desa Parean Kandanghaur," kata Rawid.
Sopir truk wing box menambahkan bahwa situasi pascakecelakaan tersebut sangat memprihatinkan sebelum petugas kepolisian dan warga tiba untuk mengevakuasi para korban ke fasilitas medis.
“Saya tidak tega melihat kondisi korban yang berjatuhan di jalan setelah kejadian,” ujarnya.
Saat ini pihak Satlantas Polres Indramayu bersama tim Traffic Accident Analysis Polda Jawa Barat tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk merekonstruksi secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.
Berdasarkan pembaruan data kepolisian, total terdapat 18 korban dalam kecelakaan tersebut.
Tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya dibawa ke rumah sakit.
Jumlah korban meninggal kemudian bertambah setelah 9 orang yang sempat mendapatkan penanganan medis dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam.
Lima korban yang selamat masih menjalani penanganan medis di RS Bhayangkara Losarang dan RS Mitra Plumbon Widasari, Kabupaten Indramayu.
Para korban meninggal terdiri atas pengemudi, penumpang dewasa, anak-anak, hingga seorang balita.
Sebagian jenazah telah dipulangkan ke rumah duka di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
Jenazah para korban dijadwalkan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Senin (13/7/2026).
(Tribunnewsmaker.com/ TribunSumsel/ Putri Kusuma Rinjani)