SDN 5 Pohsanten Hanya Terima Dua Orang Siswa, Satu Orang Mendaftar di Hari Pertama Sekolah
Ida Ayu Suryantini Putri July 13, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Aktivitas siswa di SDN 5 Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tampak normal, Senin 13 Juli 2026.

Namun begitu, pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berjalan tak seperti sekolah lainnya.

Sebab, sekolah yang berlokasi di Banjar Pasatan, Desa Pohsanten ini hanya menerima dua orang siswa baru. Bahkan salah satunya baru mendaftar di hari pertama sekolah tadi pagi.

Menurut pantauan, seluruh siswa di sekolah tersebut mengenakan seragam merah putih lengkap dengan dasinya.

Baca juga: MPLS Serentak Dimulai, Kadisdikpora Bangli Bali Tegaskan Tak Ada Perpeloncoan di Sekolah

Mereka nampak beraktivitas seperti biasa pada umumnya. Namun begitu, di sekolah ini memang minim siswa mengingat jumlah keseluruhan saat ini hanya 49 orang, termasuk dua orang siswa baru.

Sementara itu, menurut data yang diperoleh dari sekolah, rincian jumlah siswa per rombel diantaranya kelas I sebanyak 2 siswa, kelas II 8 siswa, kelas III 4 siswa, kelas IV 10 siswa, kelas V 12 siswa, dan kelas VI sebanyak 13 siswa.

"Memang kemarin atau sesuai data awal, kita belum menerima siswa baru. Namun menjelang sekolah ada satu pendaftar. Kemudian tadi pagi juga ada satu orang yang mendaftar."

Baca juga: MPLS di Buleleng Bali, Siswa Baru Diedukasi Bahaya Judi Online, Agus: Pintu Masuk Menuju Kerusakan

"Sehingga total siswa baru saat ini sebanyak dua orang," ungkap salah satu guru SDN 5 Pohsanten, Gusti Agung Alit Ariastika saat dikonfirmasi di lokasi, Senin 13 Juli 2026.

Dia mengakui, dari tahun ke tahun sekolah ini memang menerima sedikit siswa. Artinya, jumlah siswa tak sampai mencapai puluhan orang.

Sebab, ada beberapa faktor seperti faktor geografis.

Meskipun wilayah Banjar Pasatan sebenarnya cukup luas, namun jumlah penduduknya kian menyusut karena banyak warga yang memilih merantau ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

"Jadi bukan karena ke sekolah lain, karena memang anak usia sekolah yang sedikit mengingat jumlah warga produktif di sekitar disini juga sedikit," jelas pria yang merupakan Guru Kelas V ini.

"Warga di sini juga banyak yang merantau ke luar daerah," tandasnya.

Sebelumnya, Kabid Pembinaan SD, Disdikpora Jembrana, I Nyoman Koriawan menyebutkan, ada puluhan sekolah yang tercatat menerima minim siswa.

Salah satunya adalah SDN 5 Pohsanten. Di sekolah tersebut, disebutkan karena letak geografis sekolah yang jauh dan bukan padat pemukiman. 

Karena faktor tersebut, kemungkinan besar SDN 5 Pohsanten bakal dievaluasi untuk menentukan apakah dilakukan regrouping atau penggabungan dengan sekolah lain yang terdekat. 

"Nanti kami evaluasi dulu untuk menentukan langkah lebih lanjut," ucapnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.