Akuan dan Ria Sujud Syukur, Rumahnya yang Hancur Terbakar Kini Berdiri Kembali Dibedah Polda Babel
Hendra July 13, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Akuan Lege dan Ria Mariani tak mampu menyembunyikan kebahagiaan dan syukurnya setelah melihat rumhanya yang habis terbakar kini sudah berdiri kembali, Senin (13/7/2026). 

Pasangan suami istri itu langsung sujud syukur saat melihat bangunan rumah baru di depan matanya.

Rumah berwarna putih di Kampung Senang Hati, Mentok, Bangka Barat itu kini bakal menjadi kediaman dan tempat berteduh bersama keluarga kecil.

Momen simbolis penyerahan kunci rumah dan pemotongan pita menjadi yang paling ditunggu-tunggu oleh Akuan sekeluarga yang sebelumnya sempat tertimpa musibah.

Bangunan rumah dari struktur kayu dan papan miliknya dulu tertimpa musibah kebakaran pada bulan Juni lalu.

“Pas kejadian kebakaran itu saya lagi kerja, rumah kosong, istri lagi enggak di rumah, anak-anak lagi sekolah,” kata Akuan.

Tak lama setelah itu, bantuan datang dari Polda Kepulauan Bangka Belitung melalui Program Bedah Rumah yang diberikan dalam rangka peringatan momentum Hari Bhayangkara tahun 2026.

Selama kurang lebih 21 hari rumah bedah tersebut dibangun di dekat reruntuhan bangunan rumahnya yang terbakar dulu.

Kini, Akuan bersama istri dan 4 orang anaknya tinggal mengisi kembali perabotan di rumah baru ukuran 6x7 yang siap ditempati tersebut.

Pasalnya, rumah yang terbakar di suatu pagi bulan Juni ini membuat tidak ada lagi harta benda dan barang-barang yang tersisa.

“Posisi rumah kosong, habis semua (terbakar-red). Enggak tau juga sebabnya apa, tau-tau sudah habis,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya pun merasa senang dan sangat terbantu kepada Polda Bangka Belitung dan jajarannya yang telah membantu program beda rumah.

“Alhamdulillah kami berterima kasih atas bantuannya ini,” ucapnya.

Simbolis penyerahan rumah tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Viktor T. Sihombing.

Dia menyebut, program bedah rumah tersebut merupakan program yang sudah dilaksanakan beberapa kali di tempat-tempat lain di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Ini bagian bentuk kepedulian sosial dari kepolisian maupun pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Kapolda.

Kata dia, program bedah rumah dipilih karena rumah adalah lambang keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa ada sebanyak 13 rumah yang dibedah oleh program bedah rumah Polda Babel, baik yang sudah berjalan maupun yang sedang dibangun di wilayah, baik di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung.

“Saya pikir itu akan berjalan terus dan bertambah seiring dengan mana-mana saja rumah yang layak dibedah dan masyarakat yang layak dibantu,” imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.