Kapolres Bangka Selatan Ingatkan Aparat Dilarang Berpihak dalam Pilkades Serentak
Hendra July 13, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepolisian Resor Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menekankan pentingnya netralitas seluruh personel pengamanan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2026.

Aparat keamanan diminta tidak terlibat politik praktis dan fokus menjalankan tugas menjaga keamanan selama proses demokrasi tingkat desa berlangsung.

Selain menjaga ketertiban, personel juga diminta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, mengatakan Pilkades merupakan bentuk demokrasi paling mendasar karena masyarakat desa secara langsung menentukan pemimpin yang akan membawa arah pembangunan ke depan.

Kedekatan kontestasi politik desa dengan kehidupan sehari-hari masyarakat membuat potensi gesekan sosial harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, seluruh unsur pengamanan diminta bekerja secara profesional agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman dan kondusif.

“Pemilihan kepala desa merupakan salah satu pilar demokrasi yang paling mendasar di tingkat desa. Melalui proses ini, masyarakat desa menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan desa untuk beberapa tahun ke depan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (13/7/2026).

Agus Arif Wijayanto menjelaskan karakteristik Pilkades yang berlangsung dekat dengan masyarakat memiliki tantangan tersendiri dibandingkan pemilihan lainnya.

Perbedaan pilihan politik di tingkat desa berpotensi menimbulkan polarisasi apabila tidak dikelola dengan baik oleh seluruh pihak.

Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci agar pesta demokrasi desa tetap berjalan damai.

Melalui apel gelar pasukan pengamanan Pilkades, Kapolres menegaskan seluruh unsur pengamanan harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga situasi tetap aman.

Personel Polri, TNI, dan aparatur keamanan lainnya diminta menjalankan tugas sesuai aturan tanpa berpihak kepada calon tertentu. Pengamanan Pilkades harus dilakukan semata-mata untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh elemen pengamanan siap bersinergi guna mengawal proses demokrasi ini agar berjalan dengan aman, damai, sejuk, dan sehat,” beber Kapolres.

Perwira melati dua ini turut mengingatkan seluruh personel agar menjaga netralitas secara mutlak selama tahapan Pilkades berlangsung.

Ia menegaskan aparat keamanan tidak boleh memberikan dukungan maupun terlibat dalam kegiatan politik praktis yang berkaitan dengan kontestasi calon kepala desa. Tugas utama aparat adalah menjaga keamanan dan kelancaran seluruh proses pemungutan suara.

Selain menjaga netralitas, personel pengamanan diminta melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan di setiap wilayah.

Koordinasi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan jajaran intelijen di lapangan harus diperkuat untuk mengenali karakteristik masing-masing TPS. Setiap potensi konflik kecil diharapkan dapat diselesaikan lebih awal sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

“Lakukan deteksi dini dan pemetaan kerawanan.  Kenali karakteristik wilayah masing-masing TPS dan selesaikan setiap riak kecil potensi konflik sebelum berkembang menjadi masalah yang besar,” urainya.

Agus Arif Wijayanto menambahkan keberhasilan pengamanan Pilkades tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh unsur yang terlibat.

Polri, TNI, Satpol PP, Linmas, dan panitia pemilihan harus membangun komunikasi serta kekompakan selama pelaksanaan Pilkades. Seluruh pihak dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan suasana demokrasi yang aman dan tertib.

Dalam menghadapi potensi pelanggaran, aparat diminta bertindak tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Penegakan hukum tetap dilakukan apabila ditemukan tindak pidana pemilihan maupun tindakan anarkis yang mengganggu ketertiban umum. Namun, komunikasi persuasif harus menjadi langkah awal untuk menjaga situasi tetap terkendali.

“Namun, selalu kedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif dalam berkomunikasi dengan warga,” tegas Agus Arif Wijayanto. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.