TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Tren menyekolahkan anak di madrasah kini kian diminati oleh masyarakat perkotaan, termasuk di Jakarta.
Bukan tanpa alasan, integrasi antara kurikulum umum yang kuat dan pendalaman nilai keagamaan yang kental menjadi daya tarik utama sekolah berbasis agama ini.
Hal itu pulalah yang mendasari sejumlah orangtua wali murid di Jakarta Selatan untuk mendaftarkan buah hati mereka ke MTSN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta
Ilham, salah seorang wali murid asal Cibubur, mengungkapkan alasan emosional sekaligus spiritual di balik keputusannya memilih madrasah.
Baginya, pendidikan anak adalah bentuk investasi jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada duniawi.
"Penting sekali ya, kan ini juga buat bekal. Bekal tidak hanya pengetahuan tapi juga keterampilan untuk ke depannya," kata Ilham saat ditemui di MTSN 41 Jakarta, Senin (13/7/2026).
"Apalagi ini berkaitan dengan agama. Tidak hanya investasi dari segi skill pengetahuan umum, tapi juga biar kami sebagai orangtua mudah-mudahan menjadi amal jariyah untuk kelak nanti," sambungnya.
Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa ia sengaja membidik sekolah di MTSN 41 Jakarta ini demi membentuk fondasi akhlak sang anak di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
Tak hanya itu, kurikulum madrasah yang modern juga menjadi pertimbangan matang. Kerja sama yang dijalin pihak sekolah dengan Al-Azhar Mesir memantik harapan besar bagi Ilham agar sang anak bisa melanjutkan studi ke luar negeri.
"Harapannya memang bisa kalau lancar pengetahuan dan keterampilan bahasa Arabnya baik, kami harapannya bisa masuk ke Al-Azhar (Mesir).
Mudah-mudahan di sana, apalagi di sana kan gudangnya ilmu, bisa lebih berkembang lagi untuk anak," tutur Ilham.
Senada dengan Ilham, rasa bangga juga dirasakan oleh Ade Burhanudin. Warga Depok ini mengaku sangat bersyukur sang anak yang baru menginjak kelas 7 bisa diterima di MTSN 41 Jakarta.
Selain karena kemauan sang anak yang memang kuat, status madrasah yang menjadi salah satu sekolah unggulan di Jakarta Selatan menjadi alasan utamanya.
"Ya bersyukur kan, masuk salah satu sekolah favorit juga di Jakarta Selatan ini.
Keinginan kami sebagai orangtua dan anaknya kebetulan juga berminat ke sini," ujar Ade.
Ade menambahkan, madrasah zaman sekarang juga sangat jeli dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan kebudayaan.
Salah satunya lewat tradisi penyambutan siswa baru yang kental dengan nuansa lokal.
"Bagus kan kebetulan ini di Kota Jakarta. Program sekolah mengenalkan dan sekaligus melestarikan budaya Jakarta, yang salah satunya itu palang pintu (Betawi)," ungkapnya.
Kepala MTSN 41 Al Azhar Asy Syairif, Faizah, mengatakan peminat para siswa untuk bisa bersekolah di tempat ini memang cukup tinggi tiap tahunnya.
Hal itu terlihat dari tingginya jumlah murid yang mengikuti seleksi dan juga penambahan alokasi murid baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
"Ada peningkatan sekitar 10 persen dari tahun lalu. Tahun lalu 200 siswa, sekarang menjadi 220 siswa.
Mereka berhasil melewati proses seleksi dari sekitar 800 peserta," ujar Faizah dalam pembukaan MATAMUDA (Masa Taaruf Murid Madrasah), Senin (13/7/2026).
Faizah mengatakan, murid yang diterima tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Depok, Bekasi, Ciputat, Tangerang Selatan hingga Palembang.
Keberadaan asrama menjadi salah satu faktor yang membuat sekolah tersebut diminati calon siswa dari luar daerah.
"Karena kami memiliki asrama, jadi banyak siswa yang berasal dari luar Jakarta," katanya.
Untuk jalur penerimaan peserta didik, Faizah menyebut mayoritas siswa diterima melalui jalur madrasah dan jalur reguler dari sekolah dasar.
Para siswa diharuskan menjalani tes, termasuk terkait kemampuan hafalan Alquran.
Sementara itu, sekolah tidak menerapkan sistem zonasi seperti sekolah negeri pada umumnya, namun tetap mempertimbangkan jarak tempat tinggal calon siswa dengan madrasah.
"Kami tidak menggunakan jalur zonasi, tetapi tetap melihat jarak rumah calon siswa dengan madrasah.
Untuk jalur prestasi, tahun ini kami menerima sekitar 10 siswa," tuturnya.
Status MTSN 41 Jakarta yang bekerjasama resmi dengan Al-Azhar Asy-Syarif Mesir membuat banyak lulusannya yang melanjutkan pendidikan jenjang Madrasah Aliyah atau SMA ke Kairo.
"Untuk setiap tahunnya, kami memang mengirimkan anak-anak kami ke Al-Azhar Kairo," ujar Faizah.
Tidak sekadar mengirimkan siswa untuk belajar secara mandiri, pihak Al-Azhar Kairo juga memberikan kuota beasiswa eksklusif bagi siswa-siswi berprestasi dari madrasah ini.
"Tahun lalu, itu ada 9 siswa yang kami kirim ke Al-Azhar Kairo. Dari 9 anak itu, 5 di antaranya berhasil mendapatkan beasiswa penuh dari Al-Azhar Kairo.
Jadi, kami memang rutin mendapatkan kuota 5 beasiswa setiap tahunnya," beber Faizah.
Kualitas akademik murid madrasah ini pun terbukti mampu berbicara banyak di kancah internasional.
Faizah menceritakan salah satu torehan membanggakan yang diukir oleh alumni angkatan tahun 2025 lalu.
Siswa lulusan MTsN 41 Jakarta sukses menyabet peringkat ke-4 dalam kompetisi akademik pelajar kelas 10 di Ma'had Al-Azhar sedunia, bersaing ketat dengan pelajar dari berbagai belahan dunia lainnya.
"Alhamdulillah, itu hal yang luar biasa bagi alumni kami. Mereka bisa bersaing ketat dengan alumni-alumni mancanegara yang berkumpul di Al-Azhar Kairo," katanya.
Baca juga: Intruksi Gubernur Pemilahan Sampah di Jakarta Tak Diimbangi Kesiapan Fasilitas Pendukung
Baca juga: SDN Srengseng Sawah 15 Diancam Bom, Pemprov DKI Hentikan Sementara Aktivitas di Sekolah
Baca juga: SDN Cipayung 04 Pagi Izinkan Orangtua Dampingi Anak Saat Hari Pertama MPLS