Modal Usaha untuk Fitria, Upaya Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga
bisnistribunjabar July 13, 2026 02:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, Banjar — Fitria (23), seorang ibu dua anak asal Banjar, menerima bantuan modal usaha berupa warung dari Yayasan Diferensia. Bantuan disalurkan langsung ke kediaman Fitria pada 9 Juni 2026 setelah tim yayasan meninjau kondisinya yang mengalami kelumpuhan dan gangguan bicara akibat komplikasi kesehatan yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemberdayaan ekonomi yang digagas Diferensia.id untuk membantu keluarga rentan mencapai kemandirian ekonomi melalui usaha produktif, alih-alih bantuan konsumtif jangka pendek. Pendekatan ini sejalan dengan semangat lembaga dalam mendorong kesejahteraan keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan.

Kehidupan Fitria berubah drastis setelah ia mengalami kecelakaan saat berjualan siomay keliling. Insiden itu menyebabkan syaraf terjepit dan stroke yang berujung pada kelumpuhan kedua kaki serta hilangnya kemampuan bicara. Di dalam rumah, ia harus merangkak dan merayap di dinding untuk berpindah tempat. Kondisi ini semakin berat setelah sang suami memilih pergi meninggalkan Fitria bersama dua putri kecilnya tanpa kabar.

Untuk bertahan hidup, Fitria berjualan air mineral di pinggir jalan dengan penghasilan harian yang tidak menentu, berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000. Pada titik terberat, ia bahkan terpaksa mengganti susu anaknya dengan air putih di dalam botol dot karena tidak lagi mampu membeli kebutuhan tersebut.

Melalui donasi masyarakat, Tim Diferensia akhirnya menyalurkan bantuan modal usaha warung kepada Fitria. Warung ini diharapkan menjadi sumber penghasilan tetap yang dapat menopang kebutuhan sehari-hari Fitria dan kedua anaknya, sekaligus menjadi contoh nyata Dampak Sosial dari kolaborasi antara lembaga dan donatur.

Ketua Yayasan Diferensia, Mardi Hendra, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen lembaga untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.

"Kami tidak ingin bantuan ini berhenti sebagai simbol belas kasihan, tapi menjadi modal yang benar-benar bisa menghidupi keluarga Fitria ke depannya," ujar Mardi.

Menurutnya, pendekatan tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung target SDGs, terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program yang berorientasi pada keberlanjutan.

Fitria mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya dan berharap warung tersebut dapat terus berjalan sebagai sumber nafkah bagi dirinya dan kedua anaknya.

 

"Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu keluarga kami. Semoga usaha ini bisa berjalan lancar dan menjadi jalan rezeki untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kami," tutur Fitria.

Diferensia.id menyatakan akan terus memperluas program serupa bagi keluarga rentan lain di berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun ekosistem bantuan yang berorientasi pada kemandirian, bukan sekadar bantuan sesaat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.